Terkini.id, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santosa sebut kelompok atau Geng Ferdy Sambo adalah mafia di tubuh Polri.
Sugeng Teguh Santosa mengatakan kelompok Ferdy Sambo yang terlibat dalam kasus rekayasa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J adalah mafia di tubuh Polri.
“Sambo dan 31 orang yang sukarela terjun ke jurang ini adalah mafia. Karena apa? Mafia kan kerjanya bergerak dalam dunia kejahatan. Yang mereka lakukan kan jahat,” ujar Sugeng Teguh Santosa.
Kata Sugeng Teguh Santosa, mafia itu bekerja dengan menutupi kasus-kasus pelanggaran hukum dengan cara membunuh saksi, menyuap, dan mengarang cerita bohong.
Cara ini, kata Sugeng Teguh Santosa, sama dengan yang dilakukan Geng Sambo.
- Bareskrim Polri Klaim Selidiki Kasus Pencemaran Nama Baik yang Diduga Dilakukan IPW
- Istri Sambo Tidak Ditahan, Sugeng Teguh: Upaya Lepaskan Ferdy Sambo dari Jerat Hukum!
- Soal Dugaan Dapat Sogokan Ferdy Sambo, Anggota Komisi III DPR: Jangan Sebatas Melempar Isu
- Ketua IPW: Saya Minta Dalami dan Periksa Istri Ferdy Sambo Sebagai Saksi Kunci Kasus Ini
- Pengacara Bharada E Mengundurkan Diri, Ketua IPW: Berarti Kasus Rekayasa Ini Benar Adanya, Yang Ada Adalah Kasus Pembunuhan
“Mafia itu juga sistematis bekerjanya. Kemudian terstruktur. Ada strukturnya bintang dua, bintang satu. Silakan bantah deh yang ga setuju,” kata Sugeng Teguh Santosa dalam video yang tayang di kanal YouTube Narasi Newsroom, Jumat, 12 Agustus 2022.
Selain itu, Sugeng Teguh Santosa juga menyebutkan bahwa saat ini ada upaya perlawanan dari kelompok Irjen Ferdy Sambo terhadap Timsus Polri.
Menurut Sugeng Teguh Santosa, perlawanan Geng Sambo terhadap Timsus Polri untuk menjatuhkan nama baik para personel Timsus.
Cara-cara yang ditempuh Geng Sambo dalam menjatuhkan Timsus adalah dengan menyebar isu negatif terhadap personel Timsus.
“Sebetulnya ada perlawanan yang menyerang orang-oang di dalam Timsus. Perlawanan dari kelompok (Sambo) ini. Akan menebar isu. Isu-isu negatif terhadap orang-orang di dalam Timsus,” kata Sugeng Teguh Santosa.
Sugeng menjelaskan, Irjen Ferdy Sambo adalah mantan Kadiv Propam yang memeriksa para anggota polisi bermasalah.
“Dari situ dia tahu rahasia-rahasia orang. Dia collect rahasia orang nah ini mau dimainkan. Dia pegang kartu. Saling menyandera,” papar Sugeng Teguh Santosa.
Maka, untuk mengantisipasi serangan Geng Sambo terhadap Timsus, Sugeng Teguh Santosa meminta masyarakat mendukung terus penuh kerja Timsus Polri menyidik kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.
“Kita harus dukung Timsus dan para personel Timsus. Kita abaikan dulu narasi-narasi yang menyerang Timsus, supaya kita fokus penyelesaian kasus Sambo. Timsus jangan bargaining dengan mereka,” ujar Sugeng Teguh Santosa.
Namun, hingga berita ini diturunkan belum ditemukan tanggapan dari pihak Irjen Ferdy Sambo terkait pendapat dari Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santosa itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
