Makassar Terkini
Masuk

Kamaruddin Simanjuntak Minta PPATK Lacak Rekening Ajudan Sambo: Periksa Semua Rekening Ajudan itu

Terkini.id, Jakarta – Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak meminta kepada Pusat Pelaporan danm Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melacak rekening para ajudan Ferdy Sambo.

Hal ini dikatakan Kamaruddin usai Brigadir J tewas di rumah dinas Ferdy Sambo pada Juli 2022, lalu, setelah ditembak. Dia pun meminta kepada PPATK untuk memeriksa semua rekening ajudan Sambo.

Kamaruddin menduga ada banyak aliran dana yang mengalir ke rekening para ajudan Sambo. Selain itu ada yang disebut dengan rekening gendut yang dimiliki orang yang tak mau bicara di kasus ini hingga sekarang.

“Makanya saya bilang, periksa semua rekening ajudan itu, libatkan PPATK, PPATK lah yang bisa mengungkap itu”, kata Kamaruddin, dikutip dari laman Detik.com, Selasa 16 Agustus 2022.

Selain meminta PPATK memeriksa semua rekening milik ajudan Ferdy Sambo, Kamaruddin juga minta rekening orang yang tak mau bicara itu turut di periksa.

“Ada berapa ember uang di rekening-rekening ajudan itu dan ke mana aliran dan dari mana aliran itu mengalir. Termasuk rekening yang atas nama orang yang tak mau bicara itu”, kata Kamaruddin.

Kendati demikian, Kamaruddin Simanjuntak enggan mengatakan langsung siapa yang disebutnya tak mau bicara iru. Dia menyampaikan orang itu hingga saat ini tidak mau dimintai keterangan.

Terkait permintaan Kamaruddin untuk memeriksa rekening para ajudan Sambo, pihak PPATK lantas meminta pengacara Brigadir J itu untuk menyerahkan semua datanya ke PPATK.

“Minta pengacara J kasih data ka kami ya”, kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana.

Ivan mengatakan jika pihaknya proaktif dalam proses menganalisis hingga pembekuan rekening berdasarkan hasil laporan kepada PPATK. Namun, dalam menjalankan tugasnya itu, PPATK selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

“Semua tugas dan kewenangan yang kami lakukan, baik dalam hal analisis, pemeriksaan (proaktif dan reaktif) termasuk penghentian transaksi, pembekuan rekening, dalam kasus apapun yang selama ini ditangani oleh PPATK hanya bisa dilaksanakan seseuai mekanisme yang ditentukan berdasarkan UU No 8/2010”, ujar Ivan.

Dia mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan penegak hukum mengenai analsisi dan pemeriksaan yang dilakukan.

“Kami terus koordinasi dengan penegak hukum dalam hal proses analisis/pemeriksaan yang dilakukan. Berdasarkan laporan transaksi dari pihak pelapor yang diterima oleh PPATK”, sambungnya.

Olehnya itu, Ivan mengatakan jika pihaknya akan selalu siap menindaki setiap laporan yang mereka terima.

“Iya apalagi kalau didukung data-data yang valid. Kan sudah sering juga PPATK kerjasama dengan masyarakat yang memberikan informasi, data, serta dokumen pendukung lainnya yang bisa kami pergunakan”, tandasnya.