Terkini.id, Jakarta – Dalam sejarahnya, Ukraina telah dua kali melakukan revolusi, tepatnya pada tahun 2005 dan 2014.
Keduanya terjadi karena mereka menolak supremasi Rusia dan Ukraina mencari jalan untuk bergabung dengan Uni Eropa dan NATO.
Dikutip dari laman Tirto.id pada Jum’at, 11 Februari 2022. Ketegangan antara negara bekas Uni Soviet itu meningkat pada akhir 2013 karena munculnya kesepakatan politik dan perdagangan penting dengan Uni Eropa.
Pada tahun 2014, muncul revolusi di Ukraina. Protes yang terjadi selama berbulan-bulan itu akhirnya melengserkan posisi presiden Ukraina yang pro-Rusia bernama Viktor Yanukovych.
Melihat hal ini, Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya mendesak warga mereka segera meninggalkan Ukraina untuk menghindari invasi Rusia.
Dalam laman Tempo yang dilansir pada Sabtu 12 Februari 2022, serangan udara dari Rusia ke Ukraina dapat terjadi kapan saja.
Para pejabat AS mengatakan ada kemungkinan Rusia menyerang Ukraina sebelum berakhirnya Olimpiade Musim Dingin Beijing pada 20 Februari.
Menanggapi situasi ini, penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan warga Amerika yang tinggal di sana tidak dapat banyak berharap pada evakuasi militer dan ia menghimbau agar mereka segera pergi dalam waktu 48 jam.
“Kami terus melihat tanda-tanda eskalasi Rusia, termasuk pasukan baru yang tiba di perbatasan Ukraina,” kata Sullivan dikutip dari laman Tempo pada Sabtu, 12 Februari 2022.
“Jika serangan Rusia di Ukraina berlanjut, kemungkinan akan dimulai dengan pemboman udara dan serangan rudal yang jelas dapat membunuh warga sipil tanpa memandang kebangsaan mereka,” katanya.
Selain AS, Australia dan Selandia Baru turut mendesak warganya untuk pergi dari sana sesegera mungkin.
Para pejabat AS melihat bahwa krisis itu hampir mencapai titik puncaknya dengan beragam tindakan yang telah dilakukan Rusia. Saat ini, sedikitnya enam kapal perang Rusia mencapai Laut Hitam, dan lebih banyak lagi peralatan militer Rusia tiba di Belarusia.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
