La Rewa Jadi Maskot Pilwali Makassar 2020, Ini Maknanya

KPU Makassar luncurkan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2020, di Pasar Segar, Jalan Pengayoman, Jumat 8 November 2019.

Terkini.id — Baru-baru ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar luncurkan La Rewa merupakan maskot Pemilihan Walikota (Pilwali) Makassar 2020 mendatang.

La Rewa dibuat oleh Harun Dachri yang menjadi pemenang sayembara maskot Pilwali 2020 yang diumumkan pada acara peluncuran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Makassar 2020, di Pasar Segar, Jalan Pengayoman, Jumat 8 November 2019 lalu.

La Rewa berupa kartun ayam jantan dengan pakaian adat tradisional Makassar berwarna merah. Pose ayam tengah menendang bola takraw sambil memegang surat suara. Pada sebagian jari tangannya terdapat noda tinta berwarna ungu.

“La Rewa melambang kan sifat-sifat orang Makassar yang ramah, adil, berani, jujur, dan berjiwa kesatria dalam melakukan kebenaran atau kebaikan. Maskot akan digunakan dalam setiap sosialisasi dan tahapan pilkada Makassar.

Maskot ini menggambarkan ayam yang tersenyum. Artinya, pilkada bukan hanya ajang pertarungan. Tapi ini ajang pesta untuk kita semua,” kata Komisioner KPU Makassar Endang Sari.

Adapun makna dari La Rewa sebagai berikut:

La Rewa Maskot Pilwali Makassar 2020.

1. Ayam jantan terinspirasi dari julukan Sultan Hasanuddin

Pemilihan ayam jantan sebagai maskot terinspirasi dari pahlawan nasional Sultan Hasanuddin yang bergelar ‘Ayam Jantan dari Timur’. Ayam melambangkan keberanian serta kejantanan dalam menegakkan suatu kebenaran.

Warna cokelat bulu ayam melambangkan sifat alami, stabilitas, rasa percaya, aman, dan kejujuran.

2. Pakaian adat warna merah melambangkan sikap kesatria

La Rewa ditampilkan sebagai ayam jantan dengan pakaian adat dengan warna dominan merah. Baju adat terdiri dari patonro’ atau pasapu, baju kapa’ kapa’, saluara baroci’, lipa’ sa’be, dan badik.

Secara keseluruhan, pakaian ini melambangkan wibawa, keberanian, dan jiwa kesatria. Badik sebagai senjata tradisional semakin menegaskan bahwa orang Makassar menunjung sikap kesatria dan bertindak sesuai ucapannya.

3. Bola takraw diidentikkan dengan tari paraga

Pengunaan bola takraw yang dianyam lapis tiga bermakna tari paraga, salah satu kesenian tradisional Makassar. Simbol ini dimaksudkan sebagai pesan untuk berprasangka baik dan berpegang ketulusan.

4. Ekor warna-warni melambangkan keberagaman

Ekor pada ayam berfungsi menyeimbangkan tubuhnya. Adapun warna yang beraneka ragam menyimbolkan bahwa perbedaan menjadi indah bila memiliki tujuan yang sama.

5. Surat suara sebagai penanda pemilihan umum

Ayam La Rewa digambarkan memegang surat suara, dengan salah satu sayap bernoda tinta ungu. Simbol itu identik dengan suara rakyat dalam pemilihan umum, karena menjadi bukti telah menggunakan suara dalam pemilihan.

Berita Terkait
Komentar
Terkini