Terkini.id, Jakarta – Gerakan Anti Radikalisme Intitut Teknologi Bandung (GAR ITB) dikecam berbagai pihak setelah melaporkan Prof. Din Syamsuddin atas dugaan pelanggaran kode etik Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan tuduhan radikalisme.
Banyak pihak menganggap bahwa tuduhan radikalisme tersebut tidak beralasan.
Sperti diketahui, laporan tersebut masuk kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) pada Selasa, 11 November 2020 lalu.
Namun, laporan ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) mengangkat masalah ini dalam siaran pers di Jakarta, Kamis 11 Februari 2021.
“Maka sangat tidak rasional dan aneh bila tokoh terhormat yang diterima dan dikenal luas sebagai anti-radikalisme dan sangat moderat sekelas Prof Din itu malah dituduh radikal. Lebih aneh lagi, kalau sampai meluluskan aduan tersebut. Apa kata dunia?” kata Hidayat Nur Wahid melalui siaran pers dilansir dari JPNN.
Kecaman dari Pemuda Muhammadiyah
- Pasca Pembukaan, Satgas TMMD Ke-128 Geliat Bangun Rumah Layak Huni di Desa Arpal
- Motivasi Karyawan Perempuan, KALLA Hadirkan Kartini Talks Bersama Fauziah Zulfitri
- 6 Orang Siswa di Jeneponto Dirujuk ke RS, Kejang, Sesak hingga Diare Usai Makan Menu MBG
- Bupati Syaharuddin Beri Pesan Motivatif Menjadi Pemimpin kepada Ratusan Siswa di Sidrap
- Roadshow di Makassar, BukuAgen Perluas Akses Keuangan Masyarakat lewat UMKM
Tudingan radikalisme kepada Din Syamsuddin oleh GAR ITB mendapat reaksi keras dari Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah.
Muhammadiyah Razikin, Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda bahkan menegaskan bahwa tuduhan GAR ITB telah memicu kemarahan umat Muhammadiyah secara keseluruhan.
“Langkah kelompok GAR ITB itu dapat memicu kemarahan warga Muhammadiyah secara keseluruhan,” tegas Razikin pada Jumat malam, 12 Februari 2021, dilansir dari JPNN.com.
Razikin mewakili masyarakat Muhammadiyah juga memperingati GAR ITB agar tidak mengganggu Din Samsyudin.
“Jadi, saya peringatkan kepada GAR ITB, kalian jangan coba-coba ganggu Prof Din, jika kalian ingin mendepak Prof Din dari wali amanat ITB, silakan kalian tempuh prosedur yang benar. Tidak boleh kalian menuduh dan menuding Prof Din sebagai tokoh radikal yang hanya memicu masalah yang lebih besar,” tegas Razikin.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
