Terkini.id – Aparat pemerintah Lebanon menindak tegas para pihak yang terkait dengan Ledakan di pelabuhan Beirut. Kini, pemilik 2.750 ton amonium nitrat yang diduga kuat jadi penyebab ledakan hebat ditangkap aparat.
Amonium nitrat tersebut disimpan di sebuah gudang di pelabuhan. Bahan Kimia itu awalnya disita dari kapal bernama Rhosus milik Igor Grechushkin, pria berkebangsaan Rusia yang tinggal di Siprus.
Otoritas Siprus menyampaikan, pihaknya berhasil menangkap dan menginterogasi seorang pria Rusia yang diduga sebagai pemilik kapal yang mengangkut kargo amonium nitrat terbengkalai di Beirut dan menyebabkan ledakan dahsyat.
Juru bicara Kepolisian Siprus, Christos Andreou, mengungkapkan, pria yang namanya dirahasiakan itu sudah diinterogasi di rumahnya di Siprus pada Kamis 6 Agustus malam waktu setempat.
” Ada permintaan dari Interpol Beirut untuk melacak orang ini dan menginterogasinya dengan sejumlah pertanyaan terkait kargo tersebut,” kata Andreou.
- Sekda Sidrap Pantau Seleksi Terbuka JPTP, Turut Dihadiri Ketua DPRD
- Perkuat Kebersamaan Karyawan, Vasaka Hotel Makassar Gelar GSM Bertema Arabian
- Chery Resmikan Training Center di Makassar, Perkuat SDM Vokasi Otomotif
- Mercure Makassar Nexa Pettarani Luncurkan Menu Baru The Light, Tawarkan Pengalaman Kuliner Unik
- Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026, Dorong Literasi Investasi Emas
Dia menjelaskan, informasi terbaru yang didapat langsung dikirim ke Beirut, Lebanon. Namun, Andreou menolak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Sumber keamanan yang meminta identitasnya dirahasiakan, menyebutkan bahwa pria itu merupakan pengusaha asal Rusia, Igor Grechushkin, yang berusia 43 tahun. Grechushkin belum berhasil dihubungi.
Boris Prokoshev yang merupakan kapten kapal kargo Rhosus pada 2013, menyampaikan bahwa bahan kimia itu berakhir di Beirut setelah si pemilik kapal, Igor Grechushkin memintanya berhenti di Lebanon untuk mengambil kargo tambahan.
Bahan kimia yang disimpan di Beirut selama 6 tahun itu meledak pada Selasa 4 Agustus, dalam bencana paling mengerikan di Lebanon.
Pada 2013, Kapal Rhosus terdampar di Beirut akibat mengalami kerusakan. Kapal berbendera Moldova itu berangkat dari Georgia menuju Mozambik.
Ketika kapal tersebut masih berada di Beirut, Igor Grechhukshin menyampaikan bangkrut, akibatnya kapal Rhosus beserta krunya sempat terlantar di Beirut.
The Siberian Times menyebut penyitaan itu akibat kurangnya dokumen dan persyaratan transportasi. Kru kapal itu terdiri atas delapan warga Ukraina dan dua warga Rusia.
Kru kapal sempat mengeluhkan aksi Igor Grechuskhin yang menelantarkan kru dan tidak memberikan uang. Saat itu, kru kapal meminta tolong pemerintah Ukraina dan organisasi internasional agar bisa pulang.
Selanjutnya, pada 2014, otoritas Lebanon menyita 2.750 amonium nitrat di kapal itu. Amonium nitrat itulah yang lantas ditaruh di gudang dekat pelabuhan dan mengakibatkan ledakan.
Kronologi itu sesuai dengan versi Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab yang berkata amonium nitrat telah tersimpan selama enam tahun di gudang yang meledak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
