terkini.id,Maros – Selasa, 17 Maret 2020, Pesantren Matahari dalam rangka mengisi kekosongan liburan sekolah terkait virus Corona, Pesantren Matahari Moncong Loe Maros mengisinya dengan kegiatan belajar di pesantren.
Pesantren Matahari ini adalah nama lain dari Sekolah Teknologi Informasi Terpadu Pesantren (STITP) Matahari. Pesantren itu berada di Kabupaten Maros, terletak di Moncong loe, Provinsi Sulawesi Selatan.
Seperti yang diketahui efek virus Corona membuat beberapa daerah memutuskan untuk sementara meliburkan sekolah selama dua minggu, begitu pun pesantren matahari diliburkan tapi yang berbeda adalah karena pesantren merupakan rumah bagi para santri, mereka mengisinya dengan kegiatan praktik melaksanan acara dengan mengambil kegiatan Isra Mi’raj. Penyusunan agenda acara dan tugas masing-masing dibimbing langsung oleh pembina Pesantren Matahari.

Kegiatan pertama yang dilakukan santri pesantren matahari adalah kegiatan praktik rapat kepanitiaan yang dilakukan oleh ketua panitia dibimbing oleh pembina Pesantren Matahari yaitu Ibu Dra. Hj. Nursiah Hamid, M.Pd. santri sangat antusias mengikuti kegiatan praktik ini.


- Asmo Sulsel Perkuat Peran dalam Pemberdayaan UMKM dan Ekosistem Komunitas
- Langkah Maju Pendidikan Jeneponto, Pemkab Luncurkan Aplikasi SPMB, Wujudkan Pelayanan yang Modern dan Transparan
- 10 Kandidat Berebut 5 Kursi Pimpinan Baznas Makassar, Wali Kota Munafri Pastikan Seleksi Transparan
- Jeneponto Perkuat Langkah Cegah Stunting, Gerakan Orang Tua Asuh dan Inovasi Barcode Peduli Resmi Diluncurkan
- Dispora Makassar Hadirkan YOUTIVE Inspire Educamp 2026, Ruang Tumbuh bagi Pemuda Inspiratif
Terlihat protokol Zainal sedang menyusun posisi tamu undangan atau pejabat yang hadir, mulai dari Ketua OSIS, Kepala Sekolah, Ketua Yayasan, Bapak Camat, Bupati, Gubernur dan Presiden.
Pembacaan ayat suci Al-Quran oleh salah satu santri pesantren Matahari Sabil.

Laporan oleh ketua panitia Mukmin

Sambutan oleh ketua OSIS Addi

Sambutan oleh kepala sekolah Syarif

Sambutan oleh ketua yayasan Saipul

Sambutan oleh Camat Siddiq

Sambutan oleh Bupati Andira

Sambutan oleh Gubernur Akbar

Sambutan oleh Presiden Feri

Adanya libur bukan berarti mematikan aktivitas Pesantren Matahari. Pesantren Matahari juga mengadakan Lockdown selama dua Minggu yang diperintahkan oleh ketua yayasan Prof. Dr. Mochamad Qasim Mathar, M.A itu dikeluarkan pada tanggal 16 Maret sebagai berikut:
Assalamu alaikum wr.wb.
Guna menjaga santri, guru dan warga Pesantren Matahari dan lingkungannya dari situasi buruk penyebaran virus Corona, maka disampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Ujian tengah semester tetap berlangsung. Bagi guru yg belum, segera melaksanakannya.
2. Dilarang para orang tua santri dan tamu untuk berkunjung ke Pesantren selama minimal 14 hari sejak hari maklumat ini dikeluarkan.
3. Tidak ada kegiatan kunjungan keluar Pesantren selama minimal 14 hari sejak dikelarkannya maklumat ini.
4. Santri putri yang pulang siang akan diperhatikan kebersihannya selama datang dan pulang belajar.
5. Di bawah koordinasi Yayasan akan dibuat tata tertib di Pesantren tentang hidup bersih dan sehat khususnya dalam rangka lockdown dan isolasi terhadap situasi buruk yang dihadapi oleh negara dan dunia saat ini.
kelima poin ini diteken kemarin dan Lockdown sepenuhnya kawasan Pesantren Matahari pun berlaku sejak hari ini, imbasnya adalah tidak ada kegiatan belajar karena para guru dari luar diliburkan. Dan para santri tidak dibiarkan keluar dari kawasan Pesantren Matahari.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
