Luhut Mendapat Tugas Baru Dari Jokowi di Luar Bidangnya, Ari Junaedi: ‘Tidak Ada Lagi yang Kompeten Selain Luhut?’

Luhut Mendapat Tugas Baru Dari Jokowi di Luar Bidangnya, Ari Junaedi: ‘Tidak Ada Lagi yang Kompeten Selain Luhut?’

R
Caroline Chintia
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Luhut Binsar Panjdaitan selaku Menteri Koordinarot Maritim dan Investasi (Menko Marves) mengkonfirmasi ketersediaan dirinya mendapat tugas baru terkait harga baru minyak goreng, tugas tersebut resmi diberikan oleh Presiden Jokowi pada Sabtu, 21 Mei 2022 melalui kanal YouTube Gamki Balikpapan. Luhut diminta Jokowi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Secara virtual ditayangkan dalam YouTube Gamki Balikpapan berjudul Perayaan Puncak Dies Natalis ke-60 GAMKI, berdurasi 5 jam itu menyiarkan tugas baru yang diberikan Jokowi untuk Luhut dalam mengatasi permasalahan harga minyak goreng.

“Tiba-tiba Presiden (Jokowi) memerintahkan saya untuk mengurus minyak goreng. Jadi sejak tiga hari lalu, saya mulai menangani masalah kelangkaan minyak goreng,” ucap luhut dilansir dari Youtube Gamki Balikpapam.

Jokowi memberikan tugas pada Luhut untuk memastikan ketersediaan minyak goreng khususnya wilayah Jawa dan Bali.  

Jodi Mahardi Juru Bicara Menko Marves memberikan tanggapannya, menurutnya Luhut akan berkoordinasi secara langsung dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Baca Juga

Dan akan melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri, Badan Pengawasan Keuangan

dan Pembangunan (BPKP) hingga Kejaksaan Agung untuk pengawasa, koordinasi yang dilakukan dengan beberapa kementerian itu untuk mengatur urusan teknis.

Selama masa pemerintahan Jokowi, Luhut berperan penting dalam beberapa jabatan yaitu Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional, Wakil Komite Penanganan Penyelamatan Covid-19 serta menjabat sebagai Pemulihan Ekonomi Nasional (KPK-PEN)

Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan Danau Nasional, Koordinator Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk wilayah Jawa dan Bali, Ketua Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Selain itu, Luhut juga pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daua Mineral (ESDM) Ad Interim pada 2016 menggantikan Arcandra Tahar yang tersandung masalah kewarganegaraan ganda (Indonesia dan Amerika Serikat)

Menteri Perhubungan Ad Interim menggantikan Budi Karya Sumadi yang sempat terinfeksi Covid-19, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim menggantikan Edhy Prabowo yang tersandung kasus korupsi benih lobster.

Luhut diberi tugas terkait permasalahan minyak goreng secara langsung oleh Jokowi sudah menjadi hal lazim, mengingat banyaknya peran penting Luhut yang dipercayai langsung oleh Jokowi.

Bahkan belum lama ini Luhut diberikan tugas tambahan di luar fungsinya sebagai Menko Marves.

Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan, mengapa Luhut menjadi sosok yang selalu diandalkan Jokowi mengurus banyak permasalahan. Apakah Jokowi tidak percaya sepenuhnya pada kemampuan pada menteri lainnya.

 “Bisa jadi memang Luhut satu-satunya sosok yang dipercaya Jokowi terkait persoalab yang perlu penanganan dengan cepat dan urgent. Bisa pula karena Jokowi tidak percaya dengan Menteri Perdagangan apalagi dengan Menko Perekonomian,” Ucap Ari Junaedi selaku pengamat politik dari Nusakom Pratama Institut, dilansir dari kompas.com pada Selasa, 24 Mei 2022.

Ari mengungkapkan terkait putusan Jokowi yang sering melibatkan Luhut sebagai pemecah masalah secara manajemen birokrasi.

Menurutnya jika bertumpu pada satu orang sebagai penyelesai malasah, belum tentu efektif dan maksimal dikerjakan baik dari aspek fungsional dan aspek kelembagaan, apalagi tugas yang diberikan pada Luhut tidak sesuai dengan bidangnya sebagai Menko Maritim dan Investasi.

“Publik akan bertanya-tanya apakah memang tidak ada lagi sosok yang kompeten selain Luhut?,” ucap Ari. Di sisi lain, Ari melihat penunjukan Luhut di berbagai posisi oleh Jokowi semakin menegaskan dia bukan menteri biasa.

Sebab dia kerap diserahi bermacam urusan. “Memang sudah berkategorikan ‘Menteri Superior’ alias Perdana Menteri,” ujar Ari. Menurut Ari, ketimbang memberi tugas baru kepada Luhut sebaiknya Jokowi lebih baik mengganti menteri yang tidak kapabel dengan orang yang baru.

Dalam hal ini Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang seolah tidak berdaya menghadapi persoalan distribusi dan ketersediaan minyak goreng.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.