Urus Masalah Minyak Goreng, Luhut Pandjaitan: Saya Bukan Menteri Segala Macam

Terkini.id, Jakarta – Luhut Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) menjawab tudingan mengenai dirinya yang mengurus segala macam urusan pemerintah Indonesia.

Dilansir dari detik.com, Sabtu 28 Mei 2022, Luhut Pandjaitan secara tegas membantah tuduhan bahwa dirinya merupakan menteri segala urusan.

Luhut Pandjaitan menjelaskan bahwa Presiden Jokowi menunjuk dirinya untuk menangani masalah minyak goreng merupakan karena kemampuannya yang bisa menggabungkan seluruh pekerjaan yang ditugaskan dari Presiden Jokowi.

Baca Juga: Tanggapi Penjelasan Luhut, Dokter Tifa Sebut Indonesia Jadi Penjara: Sipirnya...

Luhut Pandjaitan menolak julukan yang diberikan kepadanya soal menteri segala macam, menurutnya orang tidak sadar akan kemampuan dirinya sehingga malah memberi ia julukan tersebut.

Luhut Pandjaitan juga mengungkapkan bahwa dirinya tetap berstatus Menko Marves walaupun ia juga menangani masalah minyak goreng.

Baca Juga: Sindir Kebijakan Luhut Beli Minyak Goreng Pakai Peduli Lindungi, Dokter...

“Saya bisa membuat terintegrasi semua pekerjaan yang diberikan Presiden kepada saya. Orang banyak tidak sadar. Orang pikir ini mau menteri segala macam. Nggak! Saya bukan menteri segala macam, saya hanya Menteri Koordinator Bidang Maritim,” ujar Luhut Pandjaitan, dikutip dari detik.com, Sabtu 28 Mei 2022.

Namun demikian, menurut Luhut Pandjaitan dirinya bukan hanya mengurusi masalah minyak goreng, namun dia akan menggali sampai ke akarnya termasuk masalah minyak sawit di Indonesia.

“Begitu Presiden meminta saya me-manage minyak goreng, orang pikir hanya minyak goreng, tidak. Saya langsung ke hulunya. Semua kelapa sawit harus kita audit supaya kita tahu luasnya berapa, plasmanya berapa, yieldnya berapa, kemudian produksinya berapa, dan di mana headquarter-nya,” ucap Luhut Pandjaitan.

Baca Juga: Sindir Kebijakan Luhut Beli Minyak Goreng Pakai Peduli Lindungi, Dokter...

Soal permasalahan perminyakan di Indonesia, Luhut Pandjaitan berujar bahwa dirinya telah melaporkan kepada Presiden Jokowi soal masalah kantor pusat perusahaan minyak sawit yang tidak berlokasi di Indonesia.

Karena perusahaan sawit tersebut tidak memiliki kantor di Indonesia, maka perusahaan sawit tersebut tidak akan membayar pajaknya ke tanah air, melainkan ke luar negeri.

“Saya lapor Presiden, Pak Headquarter-nya harus semua pindah ke sini. Bayangkan dia punya 300 ribu 600 ribu hektare headquarter-nya di luar negeri, dia bayar pajak di luar negeri,” ungkap Luhut Pandjaitan.

Lebih lanjut lagi, menurut Luhut Pandjaitan, siapapun bisa mengurus masalah minyak goreng, tidak hanya dirinya asalkan orang tersebut bisa menyelesaikan masalah minyak di Indonesia.

“Itu yang penting dipikirkan. Bukan sekadar ini siapa yang nanganin, si itu nanganin. Mau siapa kek yang nanganin yang penting beres,” pungkas Luhut Pandjaitan.

Bagikan