Luhut Tidak Ingin Membuka Big Data Penundaan Pemilu, Haris Azhar: Dia Tidak Gentle!

Luhut Tidak Ingin Membuka Big Data Penundaan Pemilu, Haris Azhar: Dia Tidak Gentle!

R
Muhammad Ifan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta– Dalam akun YouTube Deddy Corbuzier, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan memberikan pernyataan kontroversial persoalan penundaan pemilu.

Luhut menjelaskan bahwa penundaan pemilu adalah keinginan langsung dari masyarakat Indonesia yang dia dapatkan melalui big datanya.

“Kita kan punya big data, saya ini ingin lihat, kita punya big data dari big data itu kira-kira meng-gribe 100 juta. Iya, serius 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah” Tegas Luhut Binsar Panjaitan dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, dilihat pada Sabtu, 19 Maret 2022.

Setelah mengatakan pernyataan tersebut, banyak masyarakat Indonesia ramai untuk mendesak agar pak Luhut Binsar Panjaitan mengeluarkan data tersebut agar bisa diakses oleh semua masyarakat.

Akan tetapi, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia itu tidak ingin data miliknya bisa diakses oleh masyarakat.

Baca Juga

“Ya Janganlah, buat apa dibuka” Ujar Luhut setelah menghadiri acara Kick-off DEWG Presidensi G-20 2022 di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Pernyataan dari Luhut ini pun ramai direspon oleh beragam kalangan masyarakat, salah satunya adalah aktivis hak asasi manusia, Haris Azhar.

Dalam keterangannya, pria yang sering disapa bung Haris ini membandingkan klaim Luhut soal big data dan kasus yang menimpa dirinya dan Fatia Maulidiyanti akibat pencemaran nama baik Luhut Binsar Panjaitan

Menurut Haris Azhar, Luhut tidak gentle, karena saat kasus pencemaran menimpa dirinya dan Fatia, mereka dituntut oleh Luhut untuk memberikan data faktual untuk membuktikan bahwa pak Luhut punya keterkaitan erat dengan salah satu perusahaan tambang di Papua.

 Sedangkan saat ini ketika Luhut diminta untuk membuka data terkait 110 juta rakyat yang menginginkan penundaan pemilu, Luhut Binsar Panjaitan memilih untuk tidak membukanya pada masyarakat.

“Tuduhan yang disampaikan ke kita, saya sama Fatia ini eh seolah-olah bicara sesuatu yang bohong, tapi ketika saudara Luhut Binsar Panjaitan bicara big data dan tidak bisa menjelaskan, kita jadi bertanya-tanya kenapa dia bertindak eh tidak gentle, ketika mendesak kita untuk buka data, eh tapi ketika dikejar untuk buka data dia juga tidak bisa” Tegas Haris Azhar dalam kanal YouTube KOMPASTV, pada Sabtu, 19 Maret 2022.

Pernyataan Haris Azhar ini menjadi satu bentuk kritik mendalam pada Luhut Binsar Panjaitan agar dapat berhati-hati dalam mengungkapkan suatu pernyataan di hadapan publik.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.