“Jangan maki Ibu Nana,” ucap Ade sambil berteriak di dekat penjual sate.
‘Pak Lurah jangan maki teriak-teriak, bisa itu kita panggilkan menghadap besok. Jangan di depan penjual sate teriak-teriak,”
”Kita Ibu Nana tidak mauki mendengar banyak sekalimi kesalahanta,” Ade lalu mematikan telepon dan mengeluarkan Nana, sapaanya, dari Grub Kelurahan. Ade juga memblokir kontak Nana.
***
Tak lama setelah itu, ia bertemu dengan Ade dan diminta masuk ruangannya. Suriana diam-diam dan menunggu Ade memulai percakapan. Maksud kedatangannya untuk mengundurkan diri. Hanya saja, ia meminta haknya terlebih dulu dipenuhi.
”Bu Nana banyak sekalimi ini permasalahanta,”
”Permasalahan apa itu Pak, yang saya tidak terima kita teriakika di depan penjual sate. Saya tidak bisa terima kesombonganta,”
- JNE Menyambung Niat Mulia Para Donatur Bencana untuk Tujuan Kemanusiaan
- Gema Tanpa Kata: Pertunjukan Paduan Suara Teman Tuli
- Tak Ada Anggaran Hibah, Ketua DPRD Sulsel Upayakan Dana NPCI Lewat APBD Perubahan
- Wawali Aliyah Mustika Ilham Pimpin Persiapan Lomba Kelurahan 2026, Makassar Bidik Juara Nasional
- Dispar Makassar, APPBI dan IMA Siapkan Makassar Great Sale 2026 untuk Dongkrak Ekonomi Daerah
”Ada rekamannya,”
”Saya tidak tahu merekam, tapi mauki sumpah.”
Ade lalu memukul meja dan Suriana tak tinggal diam saja. Ia lantas membalas memukul meja. Perdebatan pun menjadi memanas dan terjadi keribuatan.
“Saya mau mengundurkan diri tapi bayar dulu insentifku,” kata Suriana.
Dia lantas diminta keluar dari ruangan. Ia lantas direkam oleh Lurah lantas terjadi keributan berlanjut luar. Sejumlah fasilitas kelurahan dinilai mengalami kerusakan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
