MAN 2 Model Makassar Gelar Sekolah Tatap Muka Saat Corona Masih Tinggi, IDI Makassar Beri Penolakan

MAN 2 Model Makassar Gelar Sekolah Tatap Muka Saat Corona Masih Tinggi, IDI Makassar Beri Penolakan

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Ia menyebutkan seluruh warga sekolah termasuk guru dan staf sebagai bagian dari masyarakat memiliki risiko yang sama untuk tertular dan menularkan Covid-19.

“Idealnya untuk Sulawesi selatan 1200-1300 setiap hari pemeriksaan swab/PCR di luar pemeriksaan penderita positif Covid-19,” sebutnya.

Setelah itu, dokter Anto mengatakan masuk pada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah.

Termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril.

Sementara, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengaku telah mendapat laporan IDI Makassar terkait adanya pelanggaran UU no 4 Tahun 1984 terkait wabah penyakit menular, dan UU no 6 tahun 2018 tentang Kekarantinan Kesehatan.

Baca Juga

Pihaknya pun langsung memerintahkan jajaran Polrestabes Makassar untuk menertibkan. Sebab, sampai saat ini angka Covid-19 belum melandai.

Ia menyebut panglima tertinggi saat ini adalah kesehatan. Polda sulsel bersama jajarannya mendukung Organisasi profesi dokter IDI Kota Makassar yang sudah mengingatkan bahaya terhadap anak yang bisa terpapar Covid-19.

“Terkhusus Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Makassar soal kebijakan tatap muka langsung selama positif rate belum di bawah 5 persen di Sulsel. Perlu diingat ada tiga poin penting untuk perhatikan masa depan anak yakni hak anak hidup, hak anak sehat, dan hak anak mendapatkan pendidikan,” tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.