Masuk

Mardani Maming Jadi DPO, Dokter Eva: Hebat Banyak Buronan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Mardani H Maming resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau buronan KPK.

Merespon berita ini, Dokter Eva turut menanggapi terkait masuknya Mardani Maming dalam daftar buronan KPK.

Tanggapan Dokter Eva terkait Maming masuk DPO ditulis melalui cuitannya di Twitter yang dilihat pada, Selasa 26 Juli 2022. Dia lantas menuliskan kalimat hebat banyak buronan.

Baca Juga: Dokter Eva Soal Etnis Muslim Uighur Geruduk Kedubes RI di AS: Kami Juga Malu

Selain itu, Dokter yang juga aktivis ini menyarankan untuk rakyat turun tangan menangkap Mardani Maming.

“Horeeee buronan lagi. Gimana kalau rakyat aja yang bantu #TangkapMardaniMaming tapi jika rakyat yang #TangkapMardaniMaming boleh dong ya kita kilikin? Hebaaaaat oi…banyak buronan”, kata Dokter Eva.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan jika Mardani Maming resmi masuk dalam daftar buronan KPK dan meminta kepada Polri untuk memberikan bantuan dalam penangkapan.

Baca Juga: Soal Harga BBM Naik, Dokter Eva Pertanyakan BLT BBM

Menurutnya, Maming tidak kooperatif dalam memenuhi dua kali panggilan penyidik KPK sehingga dia dimasukkan dalam DPO.

“Hari ini KPK memasukkan tersangka ini dalam daftar pencarian orang (DPO) dan paralel dengan itu KPK juga berkirim surat ke Bareskrim Polri untuk meminta bantuan penangkapan terhadap tersangka dimaksud”, kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, dikutip dari laman Kompas.com.

Lebih lanjut, KPK meminta kepada Maming untuk segera menyerahkan diri sehingga pengusutan perkara ini tidak ada lagi kendala.

“Jika masyarakat memiliki informasi, silahkan dapat menghubungi langsung KPK melalui call centre 198 atau kantor kepolisia terdekat”, kata Ali.

Baca Juga: Pensiunan PNS hingga TNI Disebut Bebani Negara, Dokter Eva Singgung Pejabat Tidak Amanah: Ini yang Beban Negara

Sebelumnyam Maming diduga menerima suap lebih dari Rp 104,3 miliar selama wakti tujuh tahun, yakni 2014-2021.

Maming juga disebut mendapat fasilitas membangun sejumlah perusahaan setelah memberikan izin pertambangan dan produksu batu bara ke PT Prolindo Cipta Nusantara.