Pertama, ketimpangan geografis masih menyebabkan distribusi fasilitas dan tenaga kesehatan tidak merata. Kedua, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sering menghadapi hambatan administratif dan birokrasi. Ketiga, pengaruh kepentingan politik dan ekonomi dalam proses penyusunan kebijakan kesehatan terkadang menyebabkan kebijakan tidak sepenuhnya berpihak kepada kelompok rentan. Keempat, transformasi digital kesehatan masih menghadapi tantangan infrastruktur dan kapasitas sumber daya manusia.
Selain itu, perubahan demografi, transisi epidemiologi, serta meningkatnya beban penyakit tidak menular menuntut adanya kebijakan kesehatan yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kesimpulan
Politik memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap akses dan keadilan dalam sistem kesehatan di Indonesia. Melalui proses politik, pemerintah menentukan arah kebijakan kesehatan, alokasi anggaran, regulasi pelayanan kesehatan, dan distribusi sumber daya kesehatan. Program JKN, reformasi kesehatan melalui UU No. 17 Tahun 2023, serta transformasi sistem BPJS menunjukkan bagaimana keputusan politik dapat memperluas akses layanan kesehatan dan mendorong terciptanya keadilan sosial.
Namun demikian, tantangan berupa ketimpangan wilayah, keterbatasan sumber daya, dan perbedaan kapasitas daerah masih menjadi hambatan dalam mewujudkan sistem kesehatan yang benar-benar adil. Oleh karena itu, paradigma baru kesehatan masyarakat menuntut adanya kebijakan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan medis, tetapi juga memperhatikan determinan politik dan sosial kesehatan. Dengan komitmen politik yang kuat, sistem kesehatan Indonesia dapat berkembang menjadi sistem yang lebih inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
–
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- Pemkot Makassar Siap Bersinergi Wujudkan Sekolah Unggulan SMP-SMA Boarding School
- Wali Kota Makassar dan BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting
- Makassar Sambut Delegasi Dunia di IGS 2026, Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Internasional
- Ribuan Pelaku UMKM Kumpul di Four Points Makassar, Terima Coaching Bisnis lewat Event BEST 1
Penulis: Yudha Pamungkas Pratama (Mahasiswa S3 Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
