Opini: Buah Sekularisme, Pornografi Jadi Mainan

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar – Kampus peradaban, UIN Alauddin Makassar, heboh akibat adanya kamera GoPro yang terpasang di toilet. Tentu saja sangat mengganggu dan menggelisahkan, bagaimana mungkin toilet yang menjadi area khusus dipasangi kamera tersembunyi. Kabar ini menyebar seperti api di kampus, terlebih diketahui pelaku juga seorang mahasiswa.

Inisial AA, mahasiswa semester lima, Fakultas Syariah dan Hukum (FSH). Unit reserse kriminal Polsek Somba Opu resmi menetapkan AA (19) sebagai tersangka dalam kasus kamera dalam toilet wanita di kampus UIN Alauddin Makassar. (tribun-timur.com/11/11/19).

Kabar ini sungguh mengejutkan, seorang mahasiswa yang masih duduk di bangku kuliah berani melakukan ini, parahnya lagi aksi nakalnya sudah berjalan sejak Mei 2019 dan tertangkap enam bulan setelahnya. Andai tidak tertangkap bisa jadi pelaku masih terus menikmati aksinya, ngeri membayangkan akan berapa banyak korban yang dimakan.
Buat apa pelaku melakukan hal itu, jawabannya, “Awalnya main-main saja, Pak, demi kepuasan pribadi.” Tuturnya saat diinterogasi.

Sekadar main-main, namun berujung pada kepuasan seksual. Demikianlah, kamera yang dipasang tersebut memang sengaja ditempatkan pada posisi tertentu dengan tujuan dapat merekam seseorang saat sedang buang air. Setelah itu, satu jam kemudian diambil lalu dipindahkan dalam gawai miliknya untuk ditonton.
Kini sang pelaku sedang ditahan di Polsek Somba Opu dan pihak kampus turut mengambil keputusan dengan mengeluarkan pelaku dari kampus, seperti disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar, Muammar Bakri, “Kampus sepakat mengeluarkan pelaku secara tidak terhormat.” (tempo.co/11/11/19)

Setelah mengumpulkan bukti berupa kamera mini, gawai Samsung ACE 1, rekaman video korban durasi 51.21 detik polisi akhirnya menetapkan bahwa pelaku terjerat UU 29 Jo pasal 4 ayat 1, huruf d dan atau pasal 35 Jo Pasal 9 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman paling tinggi 12 tahun penjara.

Melihat aksi yang dilakukan oleh AA memang tidak biasa sebab aktivitas mengintip yang dilakukannya, menurut Dekan Fakultas Psikologi Universitas Bosowa, Musawwir, S.Ps. M, Pd mengeluarkan komentar untuk kasus ini, “…namun, untuk kasus ini dikategorikan tidak normal. Karena terjadi bukan hanya karena rasa penasaran. Tetapi pelaku merasa terpuaskan secara seksual ketika mengintip seseorang dalam situasi yang sifatnya privasi.”
Terlepas dari itu AA memang suka menonton video pornografi dan aksinya ini bisa saja dilatarbelakangi oleh kebiasaannya itu, terlebih mengingat usia AA yang masih muda, 19 tahun. Di usia ini remaja memang rentang apalagi bila sudah terkontaminasi dengan tayangan-tayangan tidak pantas.

Satu jurnal JAMA Psychiatry tahun 2014 melaporkan adanya kaitan kuat antara kebiasaan nonton video porno dengan penurunan volume serta aktivitas di wilayah otak, bernama striatum. Tim peneliti menemukan bahwa volume striatum otak menyusut jauh lebih kecil semakin sering dan semakin lama seseorang menonton. Striatum adalah bagian otak yang berkaitan dengan kemunculan rasa puas dan senang setelah melakukan suatu hal, yang kemudian memunculkan tiasi/keinginan untuk mengulang perilaku tersebut agar merasakan kesenangan itu lagi. (Hellosehat.com/26/02/19).

Tidak hanya itu kebiasaan menonton pornografi juga bisa membuka pintu kemaksiatan, menyebabkan terjadinya zina, pemerkosaan, aborsi hingga pembunuhan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan ada 171,17 juta pengguna internet merupakan usia muda, yang paling tinggi berasal dari kelompok umur 15-19 tahun.

Kasus AA yang sering menonton pornografi hanya bagian kecil yang terungkap, kita tidak bisa banyangkan bagaimana banyaknya kasus yang belum terungkap. Sebagai pelaku, tindakan AA memang telah melanggar norma yang ada tapi tidak boleh dipungkiri juga bahwa terjerumusnya AA pada tindakan ini akibat dari lalainya negara menjaga generasi mudanya sehingga mereka banyak menjadi korban.

Inilah realitas yang terjadi dalam sistem kapitalisme, selama sekularisme tetap menjadi landasan kehidupan maka akan terus terjebak dalam kehancuran. Pemisahan agama dari kehidupan akan membuat manusia berbuat tanpa kontrol, mereka akan berbuat semaunya mengikuti hawa nafsu. Maka tak salah bila kembali melirik sistem Islam yang telah memberikan solusi atas segala permasalahan umat.

Islam telah menetapkan aturan-aturan untuk mencegah perbuatan-perbuatan yang tak diinginkan, seperti pergaulan lelaki dan perempuan diatur sesuai syariah, bila itu menyangkut pendidikan, kesehatan, muamalah dan uqubat mereka bisa berinteraksi. Islam juga menetapkan pakaian untuk perempuan bahwa setiap muslimah wajib menutup aurat dengan jilbab dan kerudung. Islam melarang perempuan berhias di depan publik (tabarruj), dilarang berdua-duaan dengan non mahram (berkhalwat), dilarang campur-baur antara perempuan dan laki-laki (ikhtilat), konten-konten pornografi juga akan dilarang tersebar.

Sesungguhnya hanya penerapan syariah Islam manusia akan terjaga. Kita bisa kembali melihat kegemilangan sejarah bagaimana Islam berhasil mengatur rakyatnya agar hidup makmur. Kita pun bisa melihat bagaimana generasi-generasi yang dilahirkan oleh Islam, mereka adalah generasi terbaik, yang tidak hanya cerdas intelektual tapi cerdas spiritual. Lantas, apakah kita masih ingin berharap pada sistem sekuler yang kerusakannya sudah nyata tampak?

Oleh; Khaeriyah Nasruddin

Komentar

Rekomendasi

Putra Enrekang Berhasil Menjadi Ketua Umum HIMTI STMIK Akba Makassar Periode 2020-2021

Viral, Emak-emak Ini Ngamuk di Keramaian Setelah Tabrak Mobil

Pengusaha Parfum Asal Sidrap Ini, Resmi Jabat Wakil Ketua Garda Nusantara Preneur Sulsel

Penyidik Gakkum KLHK Limpahkan Perkara Pengangkutan Kayu Ilegal kepada Kejari Polman

Unik! Masyarakat Belajar Al-qur’an di CFD Makassar

Sah! BKPRMI Bulukumba Dilantik, Ini Pengurusnya

Garda Pemuda Partai Nasdem Sinjai Ikut Birukan Nasdem Days 2020

Muhammad Soleh, Alumni Ma’had Al-birr Unismuh Makassar Meninggal Dunia

Kepala BKDD Enrekang: Integritas adalah Modal Utama PNS

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar