Menikah di KUA, Amri Syam: Mengefektifkan Pelayanan Yang Cepat

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Bulukumba — Setidaknya menikah di KUA (Kantor Urusan Agama) meringankan beban masyarakat, karena tidak lagi membayar biaya nikah sebesar Rp. 600.000,-

Kepala KUA Bonto Bahari H. Amri Syam usai menikahkan Dandy (20) dan Anisa Indah Wahyuni warga asal kelurahan Benjala mengatakan, adanya aturan (regulasi) Peraturan Pemerintah No 48 Tahun 2014 ini, masyarakat sangat terbantu.

“Pernikahan yang dilaksanakan di KUA pada jam kerja itu tarifnya Rp. 0,- atau gratis,” jelas H. Amri Syam di Aula KUA Bonto Bahari. Senin, 13 Januari 2020 kemarin.

Berbeda halnya menikah diluar kantor, menurutnya, selain biaya yang besar juga terkadang acaranya panjang.

Nah, karena acaranya yang panjang, H Amri menyebutnya, kondisi seperti ini termasuk memperlambat pelayanan, menyita waktu karena harus menunggu beberapa jam dirumah pengantin sementara kita tidak ingin pelayanan jadi terhambat.

Baca juga:

H Amri Syam melanjutkan, dengan menikah di kantor itu lebih mengefektifkan pelayanan yang cepat.

Kesempatan tersebut ia menjelaskan kembali motto KUA Bonto Bahari.

“Kami punya motto ‘berbuat semaksimal mungkin dalam mencapai standar pelayanan prima’, dan ini harus kami buktikan dan masyarakat harus merasakan (sesuai motto) itu,” tutupnya.

Proses pernikahan dihadiri kedua keluarga mempelai dan dinikahkan oleh kepala KUA Bonto Bahari, H Amri Syam didampingi penghulu dan penyuluh sebagai saksi.

Komentar

Rekomendasi

LKBH Makassar Desak Polda Sulsel Penjarakan Pelaku Dugaan Mark Up Bantuan Sembako Covid-19 di Kota Makassar

Sat Sabhara Polres Gowa Aktif Gaungkan Gunakan Masker

COVID-19 Secara Radikal Percepat Masa Depan Digital

Temukan Kejanggalan, Pemuda Desak Transparansi Pengelolaan Dana Covid-19 di Tamaona Gowa

Bain Ham RI Investigasi Laporan Warga Kongkalikong Dipengadilan Negeri Jeneponto

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar