Masuk

Menkominfo Sebut Akan Ada Tim Khusus Untuk Atasi Hacker Bjorka

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Jakarta – Johnny G Plate selaku Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) menyatakan pemerintah akan segera membuat emergency response team untuk atasi Hacker Bjorka.

Dalam rapat yang digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta pada hari Senin 12 September 2022, Presiden Jokowi akan membentuk Tim Khusus untuk menghadapi serangan Hacker Bjorka.

“Perlu ada emergency response team terkait untuk menjaga data, tata kelola data, yang baik di Indonesia dan untuk menjaga kepercayaan publik,” ujar Johnny G Plate, dikutip terkini.id dari cnnindonesia.com, Senin 12 September 2022.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

Menurut Johnny G Plate, emergency response team alias tim khusus buatan Presiden Jokowi ini akan beranggotakan beberapa pihak dari Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), BSSN, dan Kominfo.

Namun demikian Johnny G Plate tidak menjelaskan secara langsung mengenai tugas dan kapan tim khusus ini akan bekerja.

Lebih lanjut, Johnny G Plate tidak bersedia untuk memberikan keterangan lebih lanjut tentang Hacker Bjorka yang belakangan ini mengklaim telah membocorkan data identitas pribadi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

Sejauh ini sudah terdapat empat kasus kebocoran data yang diduga milik warga Indonesia. Diawali dari kebocoran data pelanggan PLN yang terjadi pada 19 Agustus 2022.

Kemudian pada tanggal 21 Agustus 2022, data pelanggan Indihome mengalami hal serupa. Lalu data kartu SIM warga Indonesia juga diduga dibocorkan oleh sang hacker.

Pada 6 September 2022 giliran data KPU yang yang ditemukan tersebar di dunia maya. Diketahui hacker yang mengumumkan soal kebocoran data masyarakat Indonesia ini lewat Breached Forums.

Dalam Breached Forums tersebut terjadilah transaksi jual beli data pribadi yang diduga kepunyaan masyarakat Indonesia

Baca Juga: Harapan Jokowi dalam Acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah

Pada tanggal Senin 7 September 2022, Ditjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani melakukan konferensi pers terkait persoalan 1,3 miliar identitas pribadi warga negara Indonesia yang diduga diperjualbelikan.

Dalam jumpa wartawan tersebut, Semuel Abrijani meminta kepada para hacker untuk tidak melakukan serangan siber ke Indonesia.

“(Pesan untuk hacker) ya kalau bisa jangan nyerang lah. Karena tiap kali kebocoran data yang dirugikan ya masyarakat, kan itu perbuatan illegal access,” ujar Semuel Abrijani, dikutip terkini.id dari kompas,com, Rabu 7 September 2022.

“Kalau mau menyerang, pakai cara yang lain dong. Jangan sampai menyebarkan data masyarakat,” lanjut Semuel Abrijani.

Melihat tanggapan dari pemerintah Indonesia tersebut, anggota Breached Forum merespon dengan sebuah kalimat ejekan kepada Kominfo selaku pihak yang berwenang.

Balasan dari anggota Breached Forum ini ditulis dengan judul My Message to Indonesian Government alias Pesan Saya Untuk Pemerintah Indonesia.

Pesan tersebut diunggah oleh Bjorka pada pukul 16.00 WIB dengan sebuah tangkapan layar tentang ucapan Kominfo terkait masalah kebocoran data milik warga negara Indonesia.

Kemudian Bjorka mengirim pesan balasan untuk Kominfo yang berbunyi My Message to Indonesian Government: Stop Being an Idiot yang diterjemahkan menjadi Pesan Saya Untuk Pemerintah Indonesia: Jangan Bodoh.