Terkini.id,Makassar – Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memberi kuliah public lecture dalam rangakaian acara Diplomacy Festival atau lebih dikenal DiploFest pada Sabtu 23 Februari di Universitas Hasanudin. Kuliah tersebut dihadiri oleh tiga ribu mahasiswa dari lintas universitas.
Menurut Retno, DiploFest diselenggarakan agar masyarakat paham apa yang sedang dilakukan oleh diplomasi Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI.
“Selanjutnya, agar masyarakat paham kepentingan-kepentingan mereka, kepentingan masyarakat dipertimbangkan dan dimasukkan ke dalam kebijakan-kebijakan kita di dalam politik luar negeri,” kata Retno di Gedung Baruga A.P Pettarani.
Retno memberikan contoh pada keberpihakan Indonesia terhadap Palestina dan juga masalah perlindungan WNI. Menurutnya, itu adalah kepentingan masyarakat yang harus diperjuangkan.
Lanjut Retno, palestina adalah korban dari perang, dan posisi Indonesia memberikan dukungan bagi perjuangan kemerdekaan Palestina.
- Anggota DPR Apresiasi Menlu RI Tidak Akan Normalisasi Hubungan dengan Israel
- Menlu RI: Menlu India Sebut 2 Politisi Penghina Nabi Dinonaktifkan dari Partai
- Presiden Jokowi Terima Kunjungan Menlu Arab Saudi, Simak yang Dibahas
- Arab Saudi Larang Warganya ke Indonesia, Ini Komentar Menlu Retno Marsudi
- Perlawanan Warga Anti LGBT Simpan Bendera Pelangi di Jalan: Injak Aja!!
“Saya pernah berkunjung ke negara-negara konflik, setiba di sana, saya ingin menangis, di sana sangat merindukan kedamaian,” ujar Retno.
Retno juga bersyukur karena rakyat Indonesia mendukung kebijakan yang di ditugaskan kepadanya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Selain itu, Retno juga berbagi wawasan tentang diplomasi ekonomi. Tentang bagaimana Indonesia masuk dalam pertarungan pasar baru yang ada dibelahan dunia.
“Kita beruntung dengan terbentuknya indo-pasifik, dengan itu kita membangun kerja sama maritim, konektivitas dan infrastruktur, dan perancanaan agenda berkelanjutan di berbagai negara,” ungkap Retno
DiploFest juga memanfaatkan keahlian yang dimiliki oleh para diplomat Indonesia untuk pemberdayaan mahasiswa.
“Misalnya, mengenai masalah debat, bahasa, masalah keprotokolan karena mahasiswa kan banyak sekali aktivitasnya dan teman-teman di daerah banyak aktivitasnya juga,” lanjut Retno.
Di hari sebelumnya, dalam rangkaian acara DiploFest, public lecture di gelar di lima Universitas di Makassar, antara lain Universitas Islam Negeri Alauddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Islam Makassar, Universitas Karisteng Indonesia Paulus, dan Universitas Fajar
Kementrian RI sudah memberikan materi di lima Universitas, dan terakhir di Unhas. Para pemateri diplofes berbicara mengenai berbagai macam isu, mengenai perlindungan, ASEAN community, international law, hubungan Indonesia dengan negara-negara muslim misalnya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), kemudian defense diplomacy.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
