Soal Utang Indonesia, Luhut Pandjaitan: Kita Salah Satu Utang yang Terkecil di Dunia Ini

Terkini.id, Jakarta – Luhut Pandjaitan selaku Menteri Kemaritiman dan Investasi menanggapi soal para pengamat yang menyebutkan bahwa utang Indonesia telah mencapai ribuan triliun rupiah.

Dilansir dari detik.com, Selasa 24 Mei 2022, hingga saat ini Luhut Pandjaitan menilai bahwa jumlah total utang Indonesia yang mencapai Rp7.000 triliun masih terbilang utang yang kecil.

Luhut Pandjaitan mengatakan ucapan tersebut dalam saluran Youtube GAMKI Balikpapan, Sabtu, 21 Mei 2022.

Baca Juga: Story Luhut dan Surya Paloh Pada Bab Informan Jokowi

Luhut Pandjaitan juga menyinggung berbagai pengamat yang bermunculan dan mengomentari utang Indonesia yang mencapai ribuan triliun rupiah.

Menurut Luhut Pandjaitan, para pengamat tersebut tidak berhak untuk berbicara soal utang Indonesia jika tidak memiliki sumber data.

Baca Juga: Luhut Pandjaitan Urus Kuota Haji dan Bertemu Presiden UEA, Netizen:...

“Jadi saya minta saudara-saudara tolong lihat ini karena ini penting supaya kita jangan salah terbawa mengenai utang lah yang ribuan triliun. Banyak pengamat-pengamat itu asal ngomong aja, ngomong nggak dia lihat sumber datanya bener nggak,” ucap Luhut Pandjaitan, dikutip dari detik.com, Selasa 24 Mei 2022.

Jika dilihat berdasarkan PDB, maka utang Indonesia masih terbilang kecil yaitu sekitar 41 persen PDB Indonesia.

Selain itu, Luhut Pandjaitan juga mengemukakan bahwa jumlah utang Indonesia masih berada dalam kategori utang yang paling kecil di dunia.

Baca Juga: Luhut Pandjaitan Urus Kuota Haji dan Bertemu Presiden UEA, Netizen:...

“Ya utangnya memang Rp 7.000 triliun tapi itu masih kecil, 41% dari PDB kita. Jadi ndak ada masalah. Dan kita salah satu utang yang terkecil di dunia ini,” tuturnya.

Disisi lain, Luhut Pandjaitan juga mengirim pesan kepada para pengamat agar jika membahas mengenai topik utang Indonesia, sebaiknya melihat data yang sebenarnya terlebih dahulu.

Luhut Pandjaitan juga menantang para pengamat tersebut agar dapat melakukan diskusi bersama sambil membandingkan data utang Indonesia agar jelas diketahui siapa yang berbicara sesuai fakta.

“Jadi saya kira kalau nanti teman-teman GAMKI, orang tanya banyak pengamat-pengamat asal bunyi asal nyinyir itu suruh lihatin aja data ini. Nah dia bisa berdiskusi. Makanya saya suka kadang-kadang suka nantang datang ke mari, bawa angkamu, datamu, kita lihat siapa yang benar,” imbuh Luhut Pandjaitan.

Bagikan