Terkini.id – Banjir bandang yang melanda Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.
Akibat banjir bandang yang terjadi pada Minggu 4 April 2021 kemarin, menyebabkan warga panik. Seperti yang dialami salah satu warga Kecamatan Adonara.
Mengutip suaracom, salah seorang warga di Kelurahan Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, bernama Wenchy Tokan, mengatakan banjir bandang yang terjadi pada Minggu kemarin dini hari membuat panik. Sebab, warga tak sempat menyelamatkan diri.
Ia juga bercerita, hujan deras mulai turun pukul 23.00 WITA dan tak berselang lama banjir dari wilayah perbukitan sekitar Kecamatan Adonara Timur menghantam rumah-rumah yang berada di pesisir sungai. Saat itu, kata dia, mayoritas warga sedang tidur.
“Kami semua sangat-sangat panik. Bahkan kami temukan ada mayat ditemukan di luat masih di atas kasur, karena kebanyakan warga sedang tidur,” imbuh Wenchy Tokan.
- Sempat Dinyatakan Meninggal, Tiga Korban Banjir Bandang dan Longsor di NTT Ternyata masih Hidup
- Innalillahi, Korban Tewas Banjir Bandang NTT Bertambah Jadi 124 dan 74 Hilang serta 13.230 Mengungsi
- Organisasi Pemuda dan Mahasiswa yang Tergabung dalam Aliansi NTT Makassar Melakukan Aksi Kemanusiaan
- Tangani Korban Banjir Bandang NTT, BNPB: Butuh Bantuan Dokter dan Minim Peralatan Medis
- Perkembangan Terkini Banjir Bandang NTT: Tewas 128 Orang, 8.424 Warga Mengungsi
“Bangunan semua selesai (hancur) semua. Rumah permanen dan semi permanen, hanyut ke laut,” sambungnya. Perkiraan Wenchy setidaknya 50 rumah hancur.
Selain itu banjir bandang juga membuat dua jembatan dari beton yang menghubungan antar-desa juga terputus, ungkapnya.
“Satu pembangkit listrik juga padam. Karena itulah, warga di Kelurahan Waiwerang maupun Desa Waiburak “kini dalam kondisi terisolir,” sambung Wenchy.
Disebutkan juga, sejak pagi hingga sore hari, kata dia, pemda belum bisa mengirim alat berat untuk membantu proses pencarian dan pengiriman makanan kepada warga yang mengungsi di pulau tersebut.
Di lokasi terparah yakni di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, setidaknya ada 1.200 orang yang mengungsi di tiga lokasi yakni gedung gereja dan sekolah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
