Minta Atta Belajar Bahaya Pamer Kemewahan, Ade Armando: Coba Nonton Joker

Minta Atta Belajar Bahaya Pamer Kemewahan, Ade Armando: Coba Nonton Joker

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Ade Armando, dosen dan pakar komunikasi menyarankan Atta Halilintar hingga Raffi Ahmad untuk menonton film ‘Joker’ agar dapat belajar soal bahayanya pamer kemewahan di tengah kesenjangan sosial.

Hal itu ia singgung dalam diskusinya di Cokro TV yang berjudul ‘Gara-Gara Hidup Mewahnya Dikritik, Fans Atta Billang Iri Bilang Bos!’ pada Selasa, 13 Maret 2021.

Di dalam diskusi itu, Ade awalnya memberikan contoh soal kerusuhan dan juga revolusi sosial yang terjadi di beberapa tempat akibat ledakan kemarahan masyarakat kelas bawa.

Menurut Ade, ledakan kemarahan masyarakat itu disebabkan oleh adanya perilaku pamer kemewahan dari kalangan kaya di depan penderitaan mereka.

“Tapi salah satu persoalan kenapa ada banyak, misalnya, kerusuhan di banyak tempat, atau misalnya ketika negara-negara komunis itu terjadi revolusi, itu salah satu yang dihancurkan, yang dibunuhi adalah orang-orang kaya. Atau di Indonesia sendiri, tahun 98 kita ingat, yang salah siapa, yang dibakar siapa, gitu kan?” kata Ade.

Baca Juga

“Itu kan kalau kita pelajari secara sosiologis, ya karena ada kemarahan. Kita bicara tentang relative deprivation, istilah sosiologinya. Jadi, orang miskin itu marah bukan karena dia miskin, tapi karena dia miskin, dia nggak punya, tapi di depan dia terbentang, ada sebuah pameran kekayaan yang dilakukan orang-orang kaya yang sangat nggak peduli aja dengan mereka,” lanjutnya.

Itulah yang terjadi ketika revolusi sosial, kata Ade, masyarakat akan menumpahkan kemarahan mereka dengan menghancurkan orang-orang kaya tersebut.

Ade juga lantas menyinggung soal film terkenal yang mengangkat soal isu kesenjangan sosial yaitu Joker.

Menurut Ade, pesan yang ingin disampaikan film Joker itu adalah bahwa kemarahan orang miskin akan meledak jika orang kaya tidak peduli dan justru menjadikan mereka sebagai bahan lelucon.

“Mungkin Atta harus nonton Joker. Raffi dan seterusnya harus nonton. Karena itu message-nya kan adalah begitu orang-orang, kaum borjuis ini tidak peduli dengan kondisi orang miskin, bahkan dijadikan eksploitasi sebagai bahan lelucon, lawakan, jangan salahkan orang-orang miskin ini, tanda petik yah, saya nggak suka menyebut kata orang miskin, tapi kalangan nggak mampu ini akhirnya mereka marah,” ujar Ade.

“Dan kemarahan mereka ditunjukkan dengan sebuah bentuk anarki yang luar biasa. Jadi, kayak ‘kill the rich’, istilahnya waktu itu di film The Joker. Ini bukan sesuatu yang sekedar fantasi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ade Armando juga menyinggung bahwa apa yang dilakukan Atta dengan memamerkan kemewahan melalui konten YouTube bukanlah suatu hiburan yang tidak sehat.

Menurutnya, hal itu justru dapat memberikan suatu fantasi dan imajinasi palsu kepada masyarakat yang menonton, terlebih kalangan muda.

“Kenapa kita harus ciptakan itu? Itu adalah semacam imajinasi-imajinasi yang sebenarnya nggak sehat, yang salah, yang tadi saya katakan, jadinya berbahaya sebetulnya,” tegas Ade.

“Dan suatu saat ketika akhirnya mereka sadar bahwa ini semua adalah mimpi palsu, itu bisa meledak menjadi sebuah apa yang tadi saya katakan, bentuk-bentuk kekerasan,” tambahnya.

Ade juga menyinggung bahwa jika suatu saat terjadi kekerasan, maka yang akan menjadi sasaran bukanlah orang-orang sekaya Atta Halilintar atau Raffi Ahmad, melainkan orang-orang kelas menengah, terutama dari etnis tertentu.

“Yang hidup mewah adalah orang-orang kaya tertentu, tapi kalau itu sampai meledak, kemarahan masyarakat atas pameran kemewahan itu, yang akan menjadi sasaran bukan mereka, kok. Mereka itu adalah orang-orang yang setiap saat kalau sampai ada kerusuhan di Jakarta, mereka akan terbang ke luar negeri, aman, pakai jet pribadi lah, ya kan,” tandas Ade.

“Tapi yang akan menjadi sasaran kemarahan itu adalah toko-toko, mall, kios, apa namanya, toko-toko di mall, perumahan, dan terutama etnik tertentu, ras tertentu seperti Tionghoa. Itu yang selalu disalahkan di segenap kesenjangan kaya dan miskin ini,” lanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.