Terkini.id, Jakarta – Politisi PKS, Tifatul Sembiring mempertanyakan mengapa Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung berinisial YLH melaporkan Musni Umar atas tudingan gelar profesor gadungan.
Tifatul Sembiring menyinggung apakah YLH “kurang kerjaan” ataukah karena Musni Umar sering membela Gubernur DKI Jakarata, Anies Baswedan.
“Ini apa-apaaan yaa, oknum Institut Agama Kristen dari Tarutung, mempersoalkan gelar Professor Rektor Ibnu Khaldun, Bogor,” kata Tifatul Sembiring melalui akun Twitter resminya pada Selasa, 29 Maret 2022.
“Apa kurang kerjaan atau krn Musni Umar suka belain Anis Baswedan?” sambungnya.
Sebelumnya, Musni Umar yang merupakan Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) memenuhi panggilan polisi terkait tuduhan gelar profesor ‘gadungan’ dan pemalsuan ijazah.
- Pasangan 'Amin' jadi Capres-Cawapres, Musni Umar: Tidak Ada Pengkhianatan, Janganlah Cari Kambing Hitam
- Musni Umar: Patut Menduga Jokowi Gunakan Moeldoko Untuk Ambil Demokrat
- Doakan Ganjar Pranowo Dengar Suara Warga Wadas, Musni Umar: Memihaklah Kepada Rakyat yang Memberi Jabatan
- Tak Percaya Elektabilitas Nasdem Turun Karena Anies Baswedan, Musni Umar: Lembaga Survei Dibiayai Siapa?
- Musni Umar Dihujat Netizen Soal Ponpes Shiddiqiyyah dan BUMN
Dilansir dari Detik News, Musni Umar dilaporkan ke polisi oleh Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung berinisial YLH, Sumatera Utara.
“Tujuan saya dipanggil di sini untuk melakukan klarifikasi sehubungan pelapor menyampaikan laporan ke Polda bahwa saya adalah profesor gadungan,” kata Musni Umar pada Senin, 28 Maret 2022.
Musni Umar pun menepis tuduhan pelapor bahwa gelar profesornya palsu. Meski begitu, ia mengakui bahwa gelar profesornya itu memang tidak tercatat.
“Jadi memang profesor saya ini tidak tercatat atau dicatat tidak ada keputusan dari presiden ataupun menteri. Tapi bukan berarti dia itu gadungan,” kata Musni Umar.
“Kalau yang tercatat itu yang dapat uang dari negara. Saya sama sekali tidak dapat uang dari negara. Saya dapat dari masyarakat melalui kepakaran saya sebagai sosiolog,” sambungnya.
Terkait pelapor, Musni Umar mengaku sama sekali tidak mengenal ataupun berkomunikasi dengan orang berinisial YLH tersebut.
“Saya tidak tahu juga karena orang itu saya nggak kenal, tidak pernah berhubungan. Tiba-tiba saja dia menyampaikan surat ke presiden, ke Ketua MPR, seluruh pejabat tinggi termasuk gubernur DKI,” ungkap Musni.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
