Makassar Terkini
Masuk

Pengacara Brigadir J Ngaku Punya Bukti Perselingkuhan Ferdy, Bareskrim Polri: Jangan Ngoceh di Media!

Terkini.id, Jakarta – Kamaruddin Simanjuntak Kuasa hukum keluarga Brigadir J baru-baru ini menyebutkan bahwa dirinya mengantongi bukti terkait Irjen Ferdy Sambo yang berselingkuh.

Hal tersebut disampaikan melalui sebuah keterangan resmi. Dalam hal itu, Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan bahwa bukti Ferdy Sambo selingkuh tersebut diincar oleh Jenderal bintang satu (Brigjen).

Mengenai hal tersebut, Kamaruddin mendapat peringatan dari Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi.

Andi Rian mengatakan Kamaruddin agar tak banyak berbicara di media mengenai kasus pembunuhan Brigadir J.

Jika ia mempunyai bukti tersebut, serahkan saja ke penyidik, bukan hanya berkoar-koar di depan media.

“Beri tahu ke pengecara Kamaruddin, kalau ia punya bukti bawa ke pinyidik, jangan ngoceh di media,” tutur Andi Rian. Dikutip dari Populis. Senin, 15 Agustus 2022.

Sebelumnya Kamaruddin mengatakan dirinya memiliki bukti perselingkuhan Ferdy Sambo dengan seseorang wanita.

Kamaruddin menilai hubungan tersebut yang memicu pembunuhan Brigadir J bukanlah omong kosong.

“Saya punya bukti rekaman elektronik,” kata Kamaruddin dalam talkshow ‘Kontroversi Motif Dewasa Sambo Bunuh Yosua’.

Menurutnya, bukti perselingkuhan Ferdy Sambo sangatlah dahsyat, sehingga diincar terus oleh jenderal bintang satu.

 “Saking dahsyatnya bukti ini, diincar terus oleh Brigadir Jenderal (Brigjen) yang memintai keterangan daripada klien saya,” ujar Kamaruddin.

Kamaruddin juga mengatakan, ketika keluarga Brigadir J diperiksa di Polda jambi, Brigjen itu datang langsung ke Jambi dan mengincar HP keluarga Brigadir Yosua yang diduga berisi rekaman tersebut.

“Bahkan ketika klien saya memberi keterangan, penyelidik atau penyidik ini tidak mau menuliskan di dalam BAP, tetapi yang diincar adalah handphone ini, barang bukti ini,” ungkap Kamaruddin.

“Di situlah luntur kepercayaan saya kepada penyelidik dan atau penyidik yang ikut ke Jambi,” lanjutnya.

Kamaruddin juga menegaskan jika polisi ingin mengambil HP tersebut, maka harus ada penetapan dari pengadilan.

 “Saya tidak mau (ngasih), urus izin penetapan dari pengadilan, baru saya serahkan,” tutur Kamaruddin.

Hingga berita ini ini ditayangkan belum lagi ditemukan respons dari pihak pengacara Brigadir J terkait tanggapan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi.