Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Natalius Pigai mengkritik ide penamaan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur dengan sebutan Nusantara.
Menurut Natalius Pigai, penamaan Nusantara pada Ibu Kota Negara Baru di Kaltim dengan alasan familiar di telinga masyarakat tentu saja merupakan keputusan yang dangkal.
Menurutnya, penamaan ibu kota negara itu haruslah memiliki landasan yang kuatkuat dan diukur dengan banyak asas.
“Ibu Kota diberi nama Nusantara dgn alibi istilah itu dikenal org banyak?. Dangkal!” ujar Natalius, sebagaimana dikutip oleh terkini.id, pada Kamis, 20 Januari 2022.
“Harus diukur banyak asas (utilitas dll) dan perspektif (pilosopi, histori dll),” paparnya.
- Ahli Ekonomi dan Pegiat HAM Bicara Soal Privilege Kaesang Sebagai Anak Presiden
- Sindir Bekas Kantornya, Natalius Pigai: Komnas HAM Tidak Dipercaya Publik
- Soal Kasus Brigadir J, Natalius Pigai: Komnas HAM Kalah Cepat Dari Polisi
- Sindiran Pedas Natalius Pigai: Pengurus NU Sekarang Aneh!
- Natalius Pigai Sebut Kapolri Profesional Soal Ferdy Sambo Dinonaktifkan, Warganet: Terserah Situ Lah Pig
Terkecuali, kata Natalius, jika memang pemerintah tidak mempunyai jiwa keseriusan dan menganggap hal tersebut hanyalah imajinasi politik belaka.
“Kecuali jika penguasa mau bangun imajinasi politik sektarian atau segregatif. @jokowi,” ujar Natalius menutup.
Melansir Liputan 6, Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan tidak memiliki urgensinya bagi rakyat. Pemindahan IKN ini diinilainya hanya untuk kepentingan Jokowi dan elite politik.
Karena itu, lanjut dia, DPR pun tidak berkutik atas rencana ini. Karena di internal partai koalisi ada kesepakatan politik untuk menggolkan usulan RUU IKN ini.
“DPR mengapa tidak berkutik, karena IKN itu adalah harga mati bagi Jokowi. Padahal kita tahu, anggarannya dari mana, itu kan dari utang,” ujar Ujang.
“(Daerah Ibu Kota Baru) Kebanjiran, padahal studi kelayakan sebuah kota saja sampai 10 tahun. Ini kok begitu cepat,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
