New Normal itu Bukan “Old Normal”

SABTU Lalu, 27 Juni 2020 pagi WIB, saya menyampaikan hikmah Halal Bihalal pada acara pembukaan Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar se-Dunia melalui online.

Acara yang dihadiri oleh lebih seribuan peserta itu juga dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional Sul-Sel, seperti JK, Syahrul Yasin Limpo, dan lain-lain.

Hadir juga memberikan sambutan di acara pembukaan Gubernur Sulsel, Prof. Dr. Nurdin Abdullah.

Sementara mantan Wakil Presiden, Bapak Jusuf Kalla, hadir sebagai pembicara utama (keynote) sekaligus membuka acara secara resmi.

Mungkin Anda menyukai ini:

Dalam ceramah saya sampaikan terima kasih dan penghargaan, sekaligus kebahagiaan bisa hadir bersama para tokoh dan Cendekiawan Bugis Makassar sedunia.

Baca Juga: Serang Jusuf Kalla, PDIP: Dia Membiarkan Ustaz Kadrun Sebar Kebencian

Saya juga menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah upaya untuk menggali (uncover) potensi-potensi tersembunyi dari daerah dan putra-putrì daerah.

Warga Bugis Makassar, sebagaimana setiap daerah di nusantara, memilki keunikan tersendiri.

Mereka memiliki keuletan dan motivasi kerja, serta mental saing yang dibangun di atas keberanin yang tinggi.

Baca Juga: JK Minta Perjelas Aturan Mengkritik: Banyak Pengkritik Diserang Buzzer dan...

Falsafah “siri” yang biasanya ditandai oleh “badi’” atau keris menggambarkan keberanian itu.

Karenanya pertemuan Cendekiawan ini bisa mengarahkan potensi ini ke arah yang positif dan maksimal, sebagai bagian dari upaya untuk memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa dan dunia.

Baca berikutnya
Pangan Pertahanan
1 2 3 4
Selanjutnya
Bagikan