Cara terbaik untuk membangun mentalitas solid adalah dengan berpegang teguh kepada nilai-nilai keimanan.
Keimanan kepada Tuhan adalah fondasi hidup. Karena itu bangsa Indonesia memang terbangun di atas nilai keimanan kepada Tuhan.
Hidup dan matinya Indonesia juga tergantung kepada nilai-nilai Ketuhanan itu.
Dengan mentalitas solid, warga Bugis Makassar akan memasuki perubahan, tidak saja bahwa mereka tidak terpengaruh. Tapi justeru mereka yang harus menjadi agen perubahan itu.
Kedua, untuk memasuki era baru secara efektif diperlukan keilmuan yang bersifat inovatif dan pro-aktif.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
Perubahan drastis yang terjadi dalam hidup manusia pasca Covid-19 ini menuntut sikap yang antisipatif, sekaligus wawasan keilmuan yang inovatif dan pro-aktif.
Satu di antaranya adalah wawasan keilmuan itu adalah keilmuan di bidang agama.
Di mana para Ulama diharapkan, bahkan diharuskan untuk tidak lagi pasif dalam memahami ayat-ayat Al-Quran dan sumber-sumber keilmuan Islamlainnya. Tapi dengan pemahaman Yang inovatif dan pro-aktif tadi.
Sebenarnya pemahaman inovatif dan pro aktif ini bukan sesuatu yang baru.
Karena sesungguhnya tabiat ajaran Islam Itu sendiri memang demikian adanya. Bahwa agama ini adalah agama yang mengedepankan semangat inovatif dan pro-aktif itu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
