Ngilu Liatnya Cacar Monyet Bisa Sebabkan Kematian, Waspada! Kelompok Usia Muda Paling Rentan?

Ngilu Liatnya Cacar Monyet Bisa Sebabkan Kematian, Waspada! Kelompok Usia Muda Paling Rentan?

R
Ardino
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Belum kelar masalah Virus Covid-19, Penyakit baru muncul yaitu Virus Cacar Moyet. Peningkatan kasus infeksi virus cacar monyet. Hal ini menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran biasanya cacar monyet mewabah di Afrika.

Cacar menyerang monyet pertama kali tahun 1958, di laboratorium penelitian monyet di Kopenhagen, Denmark. Sementara itu, kasus cacar monyet pada manusia pertama kali ditemukan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Virus ini kemudian berpindah dari hewan dan menyerang manusia, bahkan memiliki tingkat mortalitas 1-10 persen.

Seperti namanya, virus berasal dari infeksi pada monyet. Dilansir dari laman CDC, virus merupakan bagian dari genus Orthopoxvirus, yang juga mewadahi virus serupa yakni variola (penyebab cacar), vaccinia (digunakan dalam pembuatan vaksin) dan cacar sapi (cowpox virus).

Kemenkes RI dalam keterangan resminya menjelaskan secara klinis, diagnosis banding Monkeypox dapat mempertimbangkan penyakit ruam lain, seperti cacar Smallpox (meskipun sudah diberantas), cacar air, campak, infeksi kulit akibat bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait obat.

Baca Juga

“Sampai saat ini belum ada pengobatan yang spesifik untuk monkeypox. Pengobatan lebih bersifat simptomatis dan suportif,” dijelaskan.

Mengenal Virus Cacar Monyet atau Monkeypox

1. Infeksi virus cacar monyet adalah sejatinya ditularkan dari hewan ke manusia (Zoonosis).

2. Infeksi virus cacar monyet dibawa oleh monyet, tikus Gambia dan tupai. Inang utama dari virus Monkeypox adalah rodent (tikus).

3. Infeksi virus cacar monyet dapat terjadi akibat kontak darah, cairan tubuh, atau lesi kulit atau mukosa yang terinfeksi.

4. Cacar monyet banyak dialami oleh mereka yang mengidentifikasikan diri sebagai gay, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

5. Fakta bahwa mengonsumsi daging yang tidak dimasak dengan baik dan produk hewani lain dari hewan terinfeksi meningkatkan faktor risikonya.

Gejala Infeksi Virus Cacar Monyet 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menjelaskan gejala Virus Cacar Monyet Sebagai Berikut :

1. Demam

2. Sakit kepala

3. Nyeri otot

4. Sakit punggung

5. Pembengkakan kelenjar getah bening

6. Panas dingin

7. Kelelahan

Kemudian dalam 1 sampai 3 hari (bahkan bisa lebih lama) setelah munculnya gejala infeksi virus cacar monyet seperti demam, pasien akan mulai mengalami ruam, sering dimulai pada wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kemunculan gejala infeksi virus cacar monyet dijelaskan akan berlangsung selama 2−4 minggu dan biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Kelompok usia muda lebih berisiko terinfeksi.

Kerusakan berkembang melalui tahap-tahap berikut ini sebelum parah : 

1. Makula (perubahan warna kulit)

2. Papula (tonjolan yang padat dan nyeri tanpa nanah)

3. Vesikel (lepuhan dengan cairan pada epidermis)

4. Pustula (peradangan)

5. Keropeng (penebalan dari tumpukan jaringan kulit yang sudah mati)

Apa Ada Cara Mencegah Penyebaran dan Infeksi Virus Cacar Monyet ?

1. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

2. Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.

3. Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi.

4. Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yang diburu dari hewan liar (bush meat).

5. Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan, masker dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.