Nicho Silalahi Semprot Luhut: Ente Ngomongnya Enteng Banget, Kau Suruh Pula Kami Tenang Hadapi Utang

Nicho Silalahi Semprot Luhut: Ente Ngomongnya Enteng Banget, Kau Suruh Pula Kami Tenang Hadapi Utang

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Aktivis, Nicho Silalahi menanggapi berita soal Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta masyarakat tenang sebab utang Indonesia baik-baik saja.

Nicho Silalahi menyindir permintaan Luhut Binsar Pandjaitan tersebut sebab ia menilai utang Indonesia saat ini ugal-ugalan.

“Ente ngomongnya enteng banget, kau suruh pula kami tenang menghadapi dampak hutang yang ugal-ugal itu,” kata Nicho Silalahi melalui Twitter @Nicho_Silalahi, seperti dikutip terkini.id pada Kamis, 28 Juli 2022.

“Sementara efek domino dari utang yang kalian buat malah melonjakkan harga-harga kebutuhan rakyat serta pungutan pajak. Kalau cuma ngomong mending anak TK aja jadi Pejabat Negara,” sambungnya.

Bersama pernyataannya, Nicho Silalahi membagikan berita berjudul “Luhut Minta Semua Tenang, Utang Indonesia Baik-Baik Saja”.

Baca Juga

Dilansir dari CNBC Indonesia, sederet negara kini terancam kebangkrutan karena krisis utang, salah satunya Sri Lanka.

Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran banyak pihak, termasuk masyarakat Indonesia. Pasalnya, Indonesia dinilai memiliki banyak utang.

Menanggapi ini, Luhut Binsar Panjaitan meminta seluruh masyarakat Indonesia tenang. Ia mengklaim utang Indonesia dalam kondisi yang baik-baik saja.

“Utang baik-baik saja, kalau Indonesia rasio kita kecil,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dikutip Selasa, 26 Juli 2022.

Adapun data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa hingga 31 Mei 2022, posisi utang Indonesia mencapai Rp7.002,24 triliun.

Hal ini berarti utang Indonesia naik 9,1% dibandingkan realisasi posisi utang utang Mei 2021 yang sebesar Rp6.418,5 triliun.

Sedangkan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 38,88%. Sekedar catatan, banyak negara lain sudah melewati level 100%.

Data lain yang patut disyukuri, kata Luhut Binsar Pandjaitan, adalah mengenai rasio kepemilikan asing pada surat berharga negara (SBN).

Sebelum 2019, kepemilikan asing di SBN mencapai 41%. Sementara saat ini hanya tersisa 16,1%.

Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, hal ini berdampak baik pada ketahanan perekonomian di dalam negeri, khususnya rupiah.

Ketika ada guncangan akibat ketidakpastian global, tidak ada kekhawatiran rupiah melemah amat dalam.

“Jadi kalau ada apa-apa, kita tidak terguncang,” tegas Luhut Binsar Pandjaitan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.