Terkini.id, Jakarta – Mantan politis Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin yang menyebut rezim kesetanan.
Ferdinand menyindir bahwa Novel Bamukmin itu adalah sosok yang terlalu asing bagi Indonesia.
“Mukanya saja sudah tidak Indonesia bangat,” katanya melalui akun Twitter FerdinandHaean3 pada Rabu, 4 Agustus 2021.
Bukan hanya muka yang tak Indonesia, Ferdinand juga menilai aktivitas Novel Bamukmin tak pernah menunjukkan dia Indonesia dan cinta Indonesia.
Oleh sebab itu, ia mengaku tak heran jika Novel Bamukmin nampak sangat tidak suka dengan pemerintahan saat ini.
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- PA 212 Laporkan Budi Dalton ke Polisi Usai Sebut 'Miras' Minuman Rasulullah
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- Novel Bamukmin Soroti Dugaan Kejahatan Heru Budi Hartono Ketika Ahok Jadi Gubernur
- Sikapi Pernyataan Habib Husin Soal KM 50, Wasekjen PA 212: Ungkapan Basi, Tidak Laku produkBuzzerRp!
“Dia terlalu asing bagi Republik ini, negeri dengan budaya luhur warisan nenek moyang yang beradab tinggi,” tandas Ferdinand.
Sebelumnya, Novel Bamukmin terang-terangan menyebut bahwa rezim kesetanan di kasus mantan petinggi FPI, Munarman.
Novel pun masih menampik tudingan bahwa Munarman terlibat dalam kasus dan gerakan terorisme di Indonesia.
Ia bahkan menuding bahwa ada kekuatan besar yang memang sedang bermain di kasus Munarman.
“Rezim sudah diduga kesetanan dan pengaruh cukong komunis yang kuat,” katanya pada Selasa, 3 Agustus 2021, dilansir dari GenPI.co.
Novel menilai bahwa kekuatan itu sangat kuat sehingga tidak mampu lagi mendengar wakil rakyat bicara.
Lebih jauh, Novel bahkan mengaku telah memberikan klarifikasi dan bukti kepada anggota DPR, Habiburokhman terkait masalah Munarman.
Terkait hal itu, Novek mengklaim Habiburokhman pun sudah sudah menyampaikan pendapatnya bahwa Munarman sangat jauh terlibat terorisme.
Pentolan 212 ini lantas menyinggung bahwa rezim ini sudah membuat gaduh dan memecah belah bangsa.
“Yang mana Pancasila dan agama justru dipakai untuk menutupi kedok yang diduga komunisme gaya baru,” tandasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
