“Beliau ini orang baik. Bahkan, menerima Mohammad Hatta Award (Bung Hatta Anti Corruption Award atau BHACA) sehingga kami juga sempat kaget,” tambahnya.
Untuk diketahui, Nurdin memang menerima BHACA pada tahun 2017 saat masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng.
Orang yang menerima BHACA dinilai sebagai tokoh yang bersih dari praktek korupsi dan tidak menyalahgunakan kekuasaan atau jabatan yang dimilikinya.
Dilansir dari kontan.co.id, Nurdin sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan suap proyek infrastruktur di lingkungan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.
Namun, Nurdin sendiri mengaku bahwa ia tidak tahu menahu soal transaksi suap yang terjadi tersebut.
- Singgung H Sahabuddin Pisah dari Ilham Azikin, Nurdin Abdullah: Beliau Tak Mau Ikut Merusak
- Nurdin Abdullah: Saya Menerima Semua Proses yang Saya Jalani sebagai Takdir Allah SWT
- Bebas dari Penjara, Nurdin Abdullah Disambut Ribuan Warga di Bantaeng
- Taufan Pawe Sebut Nurdin Abdullah Berjasa Terhadap Parepare
- Nurdin Abdullah Bebas dari Lapas Sukamiskin, Bro Rivai: Beliau Orang Baik
“Ternyata Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya. Sama sekali tidak tahu, demi Allah, demi Allah,” ucap Nurdin di Gedung KPK, pada Minggu, 28 februari 2021, dikutip dari Antara.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
