Opini : Untukmu Ibu Sukmawati

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar – Rasulullah Muhammad Saw. Ummat muslim mana yang tidak tau nama ini.? Bahkan Ummat muslim seluruh dunia pun tau siapa beliau yang namanya ada dalam kalimat syahadat.

Salah satu kalimat sakral yang menjadi salah satu syarat masuknya seseorang dalam islam. Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir umat muslim yang membawa risalah islam bagi Ummat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal islam.

Beliau merupakan kekasih Allah. Manusia mulia yang memiliki banyak pengaruh bagi perubahan dunia. Bahkan dunia pun mengakui, bahwa adanya perubahan di dunia ini, bukan karena Colombus menemukan benua Amerika, bukan karna Amstrong menginjakkan kakinya di bulan, melainkan karena kelahiran seorang anak manusia, Nabi Allah, Nabi Muhammad SAW.

Bukan hanya itu, Michael H. Hart seorang penulis dalam bukunya yg berjudul 100 orang yang paling berpengaruh didunia yang ia teliti selama 28 tahun, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai peringkat 1 dalam bukunya.

Dan sekarang ada seorang ibu yg ingin membandingkan beliau (Muhammad) dengan ayahanda nya (Soekarno).

Maaf, Sukmawati yg terhormat, kami sangat menghargai dan menghormati jasa – jasa ayah anda dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Tapi tak pantas jika ibu ingin membandingkan nya dengan manusia semulia Rasulullah Muhammad SAW.

Jika sekiranya anda mencari beliau di Abad 20 dan perannya dalam memerdekakan Indonesia, maaf beliau sudah berada di hadapan Allah SWT. Saya yakin, andai Muhammad SAW masih hidup, beliau tidak akan tinggal diam melihat saudara seiman beliau dijajah oleh kaum kafir. Tak seperti Rezim hari ini yang seolah menutup mata atas kejadian yang terjadi di Palestina, Rohingya, Suriah, dan berbagai tempat lainnya. Padahal mereka adalah saudara seiman kita.

Jangan cari beliau tapi lihat seberapa banyak pengikut beliau yang ikut berjuang dalam memerdekakan Indonesia. Pengikut beliau ikut berjihad dengan teriakan takbir di medan perang berharap bisa mati syahid agar bisa dibalas surga oleh Allah SWT.

Indonesia pun tidak akan merdeka tanpa perjuangan dan teriakan takbir kaum muslimin pada masa itu. Dan saya rasa bapak Soekarno pun adalah pengikut Muhammad SAW. Yg tentu sangat memuliakan beliau. Lalu, apa yang membuat ibu berbuat sebaliknya.?

Setelah cadar dan hijab kau lecehkan sekarang Nabi Muhammad yang kau banding-bandingkan. Semoga ibu segera menjemput hidayah sebelum Allah benar-benar murka.

 

Citizen : Mirnawati Sulaiman (Aktivis Dakwah Kampus)

Komentar

Rekomendasi

Lanjutkan Program 1000 Lapak Berkah, YBM PLN dan IZI Sulsel Lakukan Ini

Meninggal Saat Berlayar, Jasad Pelaut Asal Enrekang Disemayamkan di Laut

Harga Ayam Naik Berdasarkan Data Pemerintah, Peternak Justru Keluhkan Harga yang Anjlok

Pendiri Sekaligus Dewan Pembina MER-C, Joserizal Jurnalis Meninggal Dunia

MUI Bandung : Sterilkan Masjid dari Pengungsi Tamansari

Ungkap Peredaran Narkoba 350 Gram, Personil Polres Maros Dapat Penghargaan

Diserang Pemberontak Houthi, Puluhan Pasukan Yaman Tewas Saat Menunaikan Salat

4 Pesona Kota Konstantinopel, Pantas Saja Direbuti

Jelajah Sensasi Bebatuan di Wisata Geologi Tebing Breksi

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar