Terkini.id, Jakarta – Polemik Ustaz Abdul Somad ditolak Singapura masih ramai diperbincangkan. Religious Rehabilitation Group (RRG), organisasi Islam di negara tersebut ikut bicara soal UAS ditolak Singapura.
RRG merupakan kelompok yang menyatukan cendikiawan dan guru-guru Islam yang sukarela membantu konselin keagamaan orang-orang yang teradikalisasi, termasuk tahanan teror.
Mengutip The Straits, RRG tanpa menyebutkan nama individu, menulis pernyatan di laman Facebook terkait kenapa Singapura menolak Ustaz Abdul Somad Batubara dari Indonesia.
“Kelompok Rehabilitasi Keagamaan menanggapi dengan rasa malu yang mendalam dan penyesalan yang mendalam kepada seorang rekan penceramah yang tampaknya memiliki dan menyebarkan pandangan-pandangan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan Islam dan universal yang diterima, belas kasih, dan cinta tanpa syarat kepada orang lain,” begitu bunyi pernyataan RRG.

Pihak RRG mengatakan, dengan merendahkan alat atau tempat ibadah umat lain, UAS telah melanggar prinsip hubungan antar agama.
- Musni Umar: UAS kalau ke Berbagai Daerah Disambut Bagaikan Presiden
- UAS Sebut Dukung Politikus Hingga Bisa Jadi Kepala Daerah, Gun Romli : Buzzer Politik yang Berkedok Penceramah Agama
- Mengejutkan, Husin Shihab Siap Debat dengan UAS: Kenapa Dia Bangun Citra Ikhwanul Muslimin yang Ditolak Mesir?
- Ulama Madura Respon Pencekalan UAS: Sikap Singapura Gambarkan Islamofobia
- Didesak Minta Maaf Atas Kasus UAS, Dubes Singapura: Posisi Kami Sudah Jelas
Selain itu, RRG juga menyoroti pernyataan UAS tentang bom bunuh diri. Menurut pihak RRG, hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman.
“Ia menunjukkan kurangnya pemahaman prinsip perang dalam Islam,” lanjut pernyataan tersebut.
RRG menegaskan, muslim mendukung kebenaran dan menolak kebatilan, siapapun asalnya.
“Muslim harus menolak penceramah atau orang lain yang memiliki pandangan yang bertentangan dengan semangat syariah, bahkan jika mereka dari dalam kelompok mereka sendiri,” kata RRG.
Pihak RRG menegaskan posisi mereka dalam kasus penolakan UAS di negara Singapura.
“Kami berdiri teguh dengan posisi pemerintah Singapura bahwa pandangan yang memecah belah dan segregasi tidak memiliki tempat di negara ini,” tulis RRG.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
