Terkini.id, Jakarta – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal kembali mengomentari agenda misi perdamaian Jokowi di Rusia dan Ukraina.
Dino Patti Djalal berpendapat bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menanggapi baik maksud Jokowi yang ingin menjadi penengah antara Rusia dan Ukraina.
Namun demikian, Presiden Putin hanya ingin membahas soal hubungan ekonomi Indonesia Rusia bukan misi perdamaian yang dibawa Jokowi.
“Kesimpulan saya: Presiden Zelenskyy sambut baik upaya misi perdamaian Pres @jokowi, sementara Pres Putin tidak responsif, ingin terus lanjutkan perang & hanya ingin bicara hubungan ekonomi RI-Rusia,” ulas Dino Patti Djalal, dikutip dari akun Twitter @dinopattidjalal, Sabtu 2 Juli 2022.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada hari Kamis 30 Juni 2022.
- Soal Janji Putin Investasi ke Indonesia, Dubes Ukraina: Sogokan
- Viral Soal Tudingan Jokowi Bohong Atas Rusia-Ukraina, Faisal Assegaf Tuntut Jokowi Minta Maaf: Jangan Ngibul, Deh!
- Soal Ukraina dan Rusia, Ketua GMNI: PBB Harus Mencontoh Presiden Jokowi
- Soal Misi Perdamaian Jokowi, Jerry Masie: Cari Sensasi Politik Internasional
- Ukraina Tepis Rumor Jokowi Jadi Pembawa Pesan Zelensky Untuk Putin
Presiden Jokowi mengatakan Rusia telah setuju untuk membuka jalur laut untuk ekspor gandum Ukraina di tengah meningkatnya kekhawatiran atas krisis pangan global.
“Saya sangat menghargai Presiden Putin, yang telah mengatakan akan memberikan jaminan keamanan untuk pasokan makanan dan pupuk dari Ukraina dan Rusia, ini adalah kabar baik,” ujar Jokowi dalam konferensi pers bersama Putin di Istana Kremlin, dikutip dari nikkeiasia.com, Sabtu 2 Juli 2022.
Jokowi juga berujar bahwa dirinya mendukung upaya PBB untuk mengintegrasikan kembali produk makanan dan pupuk dari Ukraina dan Rusia ke dalam rantai pasokan global, termasuk dengan rencana untuk membuka rute Laut Hitam untuk ekspor biji-bijian Ukraina.
Diketahui bahwa PBB dilaporkan telah melakukan pembicaraan dengan kedua negara serta Turki untuk rencana khusus ini.
“Makanan dan pupuk adalah masalah kemanusiaan dan ratusan juta orang telah terkena dampak gangguan rantai pasokan makanan dan pupuk, terutama di negara berkembang,” tutur Jokowi.
Sementara itu, Putin juga menyatakan bersedia untuk memenuhi permintaan Indonesia terkait masalah industri pangan.
“Kami siap untuk sepenuhnya memenuhi permintaan produsen pertanian dari Indonesia dan negara-negara sahabat lainnya untuk Nitrogen, Fosfat, Pupuk Kalium dan bahan baku untuk produksi mereka,” ucap Putin.
Diketahui bahwa Rusia telah memblokade Laut Hitam, mencegah ekspor Ukraina untuk mencoba menjatuhkan ekonomi negara tersebut.
Hal ini menyebabkan terganggunya pengiriman bahan makanan seperti gandum, meskipun Putin menyalahkan gangguan tersebut pada sanksi yang diberikan oleh Negara Barat.
Janji pembukaan pengiriman makanan datang tepat setelah militer Moskow keluar dari kawasan Laut Hitam Ukraina di Pulau Ular.
Rusia berujar bahwa penarikan itu sebagai ‘isyarat niat baik’ walaupun Ukraina mengatakan telah mengusir pasukan pendudukan dengan pemboman artileri.
Jokowi mendarat di Bandara Vnukovo, Moskow, Rusia sekitar tengah hari waktu setempat setelah penerbangan dua jam dari Polandia dengan pesawat jet kepresidenan yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.
Jokowi meninggalkan Moskow menuju Dubai pada Kamis malam. Selain kunjungan ke Rusia, orang nomor satu di Indonesia sempat menghadiri acara KTT G7 di Jerman.
Setelah itu, Jokowi terbang ke Ukraina untuk bertemu dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Agenda Jokowi selanjutnya adalah untuk menjembatani komunikasi antara kedua pemimpin yang sedang bertikai tersebut.
Jokowi telah menawarkan untuk menjadi perantara perdamaian Rusia-Ukraina selama pertemuannya dengan Zelensky pada Rabu 29 Juni 2022.
Disisi lain, Putin menunjukkan dukungannya terhadap acara G20 Indonesia tetapi tidak mengkonfirmasi apakah dia akan menghadiri KTT G20 di pulau Bali pada bulan November secara langsung atau dari jarak jauh (remote).
Jokowi tetap mengundang Presiden Putin ke KTT G20, meskipun ada ancaman boikot dari beberapa pemimpin Negara Barat.
Disaat yang bersamaan, pemerintah Indonesia juga mengundang Zelensky, yang berencana untuk hadir secara tidak langsung (remote).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
