Pengamat Nilai Orang Miskin Baru Bertambah, Dinsos: Selama Pandemi Sensus Penduduk Dihentikan

Pengamat Nilai Orang Miskin Baru Bertambah, Dinsos: Selama Pandemi Sensus Penduduk Dihentikan

K
FD
Kamsah
Fachri Djaman

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Angka kemiskinan akibat pandemi virus corona atau Covid-19 di Makassar diproyeksikan meningkat. Pasalnya, selama pandemi pemutusan hubungan kerja atau PHK dan orang yang dirumahkan meningkat drastis.

Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Makassar La Heru mengatakan, selama pandemi kegiatan sensus penduduk dihentikan. Sehingga tak ada peningkatan atau bertambahnya orang miskin baru

“Jadi tidak ada peningkatan jumlah kemiskinan di Kota Makassar, yang ada itu adalah cuma korban dampak pandemi Covid-19 yang di PHK dan dirumahkan tidak tergolong masuk dalam kategori miskin,” kata dia, Selasa, 9 Juni 2020.

Di tengah pandemi yang tengah berlangsung saat ini, ia mengatakan tidak akan berpengaruh dengan data kemiskinan di Dinsos Makassar.

“Jadi kita hanya mengacu pada data tahun sebelumnya karena selama pandemi Covid-19 tidak ada pendataan, yang ada hanya data korban Covid-19 yang tidak berproses pada angka kemiskinan. Jadi data kemiskinan kita sama dengan tahun sebelumnya,” tutupnya.

Baca Juga

Terpisah, Pengamat Sosial Moh Yahya Mustafa menyebut sejak pemerintah menetapkan wabah corona atau covid-19 sebagai bencana nasional tentu sangat berpengaruh terhadap aspek kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi.

“Apalagi setelah pemerintah menetapkan untuk bekerja di rumah sebagian masyarakat sangat terasa sekali susahnya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka,” kata Yahya.

Berdasarkan statistik Disnaker, ia mengatakan ribuan pekerja terpaksa harus menempuh kebijakan yang tidak menguntungkan bagi mereka, seperti PHK dan dirumahkan.

Dampak PHK tersebut, kata dia, membuat para pekerja sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sementara mereka yang dirumahkan hanya menerima sebagian gaji.

“Dengan seperi itu, tentunya akan menghasilkan orang miskin baru, dimana mereka sebelumnya adalah kelas menengah baru yang mulai bangkit tiba-tiba datang Covid dan kena dampak,” ungkapnya.

“Saya tidak bisa bermain di angka berapa persen peningkatannya, tetapi yang jelas bertambah karena sektor informal dan banyak masyarakat kecil tidak bisa melakukan aktivitasnya,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.