Terkini.id, Makassar – Pengamat Pemerintahan Universitas Bosowa Makassar, Arief Wicaksono menyayangkan sikap Pemerintah Kota Makassar yang tak melanjutkan bantuan sosial tahap 2. Ia menyebut hal itu tak seharusnya terjadi.
“Seharusnya tidak perlu dikembalikan, selesaikan saja yang sudah direncanakan karena terdampak pandemi ini butuh recover, katanya namanya Makassar Recover jadi butuh recover semua yang terdampak. Recovery-nya seringkali juga tidak bisa cepat. Kalau satu dua bulan mungkin tidak cukup waktunya,” ungkap Arief, Senin, 4 Oktober 2021.
Menurut Arief, mereka yang di PHK di tengah pandemi sangat membutuhkan bansos. Ia mengatakan warga yang sebelumnya miskin justru menjadi semakin miskin saat pandemi.
“Keluarga yang miskin saat pandemi juga semakin miskin dan semacamnya. Jadi bansos sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Terlebih, kata dia, PPKM Level 2 belum cukup dua pekan. Arief menilai sejak awal seharusnya pemerintah kota memperbaiki data yang ada.
- Transformasi Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026
- Aplikasi Sipakatau Diluncurkan, Pengawasan Kualitas Air Minum di Makassar Menuju Era Digital
- Wakil Walikota Makassar Aliyah Sambut Dubes Swiss, Buka Peluang Kolaborasi
- Pemkot Makassar Siapkan "Pasukan Data", Gandeng BPS untuk Cetak ASN Ahli Statistik
- Pemkot-DPRD Makassar Sepakati KUPA-PPAS Perubahan 2026
“Kalau cuma asal mendata dan tidak memaksimalkan perangkat RT/RW di bawah maka beginilah jadinya,” tuturnya.
Sebelumnya, pada tahap satu, total bansos yang disalurkan Pemerintah Kota Makassar sebanyak 70.448 paket dari target 100 ribu penerima.
Namun, bantuan sosial tahap dua dengan jumlah 29.512 penerima diputuskan untuk tidak dilanjutkan. Pemerintah kota beralasan Kota Makassar sudah masuk dalam PPKM Level 2.
Adapun sisa dana bansos seluruhnya dari 29.512 paket itu adalah Rp5,8 miliar. Satu paket bansos dihargai Rp198 ribu per paket.
“Tidak mi, karena ini kita sudah masuk level 2. Sementara kan, BTT (Biaya Tak Terduga) ada aturannya jadi tidak dimungkinkan lagi saat level 2,” kata Plt Kadissos Makassar, Rusmayani Majid.
Terkait jumlah dana yang dihabiskan Dinas Sosial pada tahap 1 bansos, Maya, sapaannya, mengatakan belum mengetahui secara pasti. Ia mengatakan belum menghitung secara detail.
“Saya tidak bisa hitung kan di situ banyak, ada sewa mobil angkutan, ada honor penyalur, ada honor pengangkut. Saya belum tahu semua totalnya,” katanya.
Maya menegaskan sisa dana yang ada pasti dikembalikan.
“Apapun yang tidak dipertanggungjawabkan pasti dikembalikan, Rp5 miliar-an lah akan kembali,” tegasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto membenarkan tak melanjutkan bansos tahap dua. Sisa dana akan dikembalikan ke kas Makassar Recover.
“Berhubung sudah level 2, karena syarat bansos itu level 4. Sisanya, dikembalikan ke kas Makassar Recover,” singkat Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
