Terkini, Makassar — Kasus penipuan dengan modus penerimaan jalur khusus untuk menjadi anggota Polri kembali mencuat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Korban kali ini adalah Gonzalo Algazali, putra dari pemilik bisnis kosmetik dan klinik kecantikan Citra Insani. Gonzalo juga dikenal sebagai teman dekat selebgram Fujianti Utami Putri, atau lebih akrab disapa Fuji.
Kasus ini dilaporkan oleh nenek Gonzalo, Hj. Rosdiana, ke Polrestabes Makassar pada 4 September 2024 dengan nomor laporan LP/B/1642/IX/2024/SPKT/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan. Terlapor dalam kasus ini adalah seorang perempuan bernama Andi Fatmasari Rahman (AFR), yang diduga menipu Gonzalo dan keluarganya dengan total kerugian mencapai Rp4,9 miliar.
Penawaran Masuk AKPOL Jalur Khusus
Kasus ini bermula ketika Andi Fatmasari datang ke sebuah kafe milik ibu Gonzalo. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku mampu memasukkan Gonzalo ke Akademi Kepolisian (AKPOL) melalui jalur khusus. Tanpa berpikir panjang, keluarga Gonzalo yang berstatus tajir dan pernah dirumorkan dekat dengan Fuji, tergoda dengan janji manis tersebut.
“Pelaku menawarkan bahwa cucu saya bisa masuk AKPOL lewat jalur khusus,” jelas Hj. Sherly, tante Gonzalo, saat dikonfirmasi melalui telepon pada Selasa, 15 Oktober 2024.
- Menuju Porsenijar Sulsel, Rombongan PGRI Bantaeng Alami Kecelakaan Beruntun Di Bone
- Dirgahayu Bhayangkara Ke-80, Kokohkan Sinergi, Forkopimda Jeneponto Tegaskan Komitmen Mengabdi Untuk Rakyat
- Kalla Translog Raih Platinum Fleet Toyota di Jepang, Konsisten Melayani Pelanggan Selama 23 Tahun
- Cobig Tour Bantah Pernyataan Garuda Indonesia, Tegaskan Visa 361 Jamaah Umrah Sudah Terbit
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80
Keluarga korban, lanjutnya, percaya pada pelaku karena gaya hidupnya yang terlihat mewah dan klaim memiliki koneksi kuat di kalangan pejabat tinggi, termasuk Kapolri.
AFR bahkan datang menggunakan mobil Toyota Alphard dan memperlihatkan rumah mewahnya di Tanjung dan Boulevard. “Kita percaya karena dia menunjukkan gaya hidup mewah, jadi kita merasa tidak mungkin ditipu,” kata Sherly.
Janji Manis dan Ancaman
Setelah Gonzalo gagal dalam seleksi AKPOL di Makassar, Andi Fatmasari menawarkan kuota khusus dan mengajak Gonzalo ke Semarang dengan janji bisa diterima di AKPOL. Keluarga Gonzalo mengira putra mereka sudah mengikuti pendidikan di AKPOL, namun kenyataannya, Gonzalo hanya dijadikan alat untuk meraup uang. Pelaku bahkan memaksa Gonzalo berbohong kepada keluarganya dan mengklaim telah bertemu dengan Kapolri, Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
“Gonzalo dipaksa berbohong. Pelaku mengancam bahwa jika Gonzalo tidak menurut, dia tidak akan diurus dan tidak bisa bertemu Kapolri,” tambah Sherly.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
