Dari rekaman CCTV, terlihat bahwa ia memanggil seseorang dari luar toko untuk membantu dalam proses pemalsuan bukti pembayaran.
Orang tersebut tampak berinteraksi dengan pelaku di depan toko sebelum pelaku kembali masuk ke dalam untuk melanjutkan aksinya.
Manipulasi Bukti Pembayaran dengan Aplikasi Edit
Dalam rekaman CCTV tersebut, tampak jelas bahwa pelaku kemudian kembali ke dalam toko dan memotret QRIS yang disediakan oleh toko kosmetik tersebut.
Setelah mendapatkan gambar QRIS, pelaku melakukan manipulasi dengan mengedit bukti pembayaran melalui aplikasi di ponselnya.
- Di Business Forum IGS 2026, Wali Kota Makassar Akan Tawarkan Peluang Investasi Strategis
- Bedah Buku Ajoeba Wartabone Hidupkan Kembali Semangat Perjuangan Tokoh Bangsa dari Indonesia Timur
- Welcome Dinner IGS 2026 di Fort Rotterdam, Wali Kota Munafri Ajak Delegasi 28 Negara Mengenal Potensi Makassar
- Munafri Arifuddin: Makassar Siap Jadi Gerbang Kerja Sama Internasional Kawasan Timur Indonesia
- Wakil Gubernur Dukung Perluasan Program RISE untuk Perkuat Sanitasi Berkelanjutan di Sulsel
Modus ini dilakukan dengan mengedit logo QRIS serta beberapa informasi transaksi lainnya sehingga seolah-olah pembayaran sudah berhasil dilakukan.
Proses ini ternyata memakan waktu cukup lama, meski kondisi jaringan di area tersebut tidak menunjukkan masalah.
Ini menimbulkan kecurigaan bagi karyawan toko, namun pelaku berhasil meyakinkan mereka dengan memerlihatkan bukti pembayaran palsu yang telah diedit.
Dengan tenang, perempuan tersebut kemudian memperlihatkan bukti transaksi yang telah dimodifikasi kepada karyawan toko.

Tanpa menyadari bahwa bukti pembayaran tersebut palsu, karyawan yang bertugas mempercayai bahwa transaksi telah selesai dan pelaku diizinkan membawa barang-barang kosmetik yang dibelinya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
