Peringatan HAN 2019, DPPPA Makassar Dorong Kemampuan Kreasi Anak

DPPPA Makassar
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Tenri A Palallo

Terkini.id, Makassar – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Makassar mulai digelar. Peringatan ini dihelat di Benteng Rotterdam Makassar, Minggu, 21 Juli 2019.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Tenri A Palallo mengatakan kegiatan tersebut merupakan Peringatan Hari Anak Nasional dengan berbagai rangkaian kegiatan.

Hal itu, kata dia, sebagai bentuk pemenuhan hak anak.

“Peringatan hari Anak Nasional, banyak rangkaianya. Hal ini sebagai pemenuhan 10 hak anak di Indonesia,” kata Tenri.

Rangkaian kegiatan

Tenri menjelaskan kegiatan ini diisi dengan pameran, pelayanan akte anak, hingga melukis dan mengambar. Tak hanya itu, anak-anak juga diberi pemahaman dan wawasan agar anak dapat berkreasi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

“Ada forum anak pelayanan akte dari Capil, melukis dan menggambar digelar dengan pameran, kreasi anak-anak dan berbagai partisipasi yang ada,” jelasnya.

Peringatan Hari Anak sendiri dihadiri 1000 anak dari berbagai anak di Indonesia yang disebut serbagai Forum Anak Nasional yang sebelumnya telah dibuka di Rujab Gubernur Sulsel, Sabtu malam, 20 Juli 2019.

Komentar

Rekomendasi

Ini Empat Calon Direksi Perumda Air Minum Makassar yang akan Dilantik, Hamzah Ahmad Calon Dirut

Appi Optimis Diusung PPP di Pilwali Makassar 2020

Peduli Isu Lingkungan, Makassar Digital Valley Gelar Program Green Network

Hadir di Seminar Nasional Educare, Deng Ical Bicara Tantangan Tenaga Kesehatan Era 4.0

KPU Makassar Sebut Sudah Ada Calon Memenuhi Syarat Jalur Perseorangan

Perayaan Hari Kebudayaan Kota Makassar Butuh Dana Hingga Rp1,5 Miliar

Hasil Peleburan 10 SMP di Makassar Belum Memadai

PD Parkir Janjikan Gaji Jukir Rp3,1 Juta Ditambah Jaminan BPJS

Pemkot Makassar Dinilai Tidak Tegas Tindak Penjual Miras di Mal

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar