Permintaan Pemindahan Jenazah Tak Digubris, Mahasiswa Bulukumba Berunjuk Rasa di DPRD Sulsel

Keluarga Andi Baso Riyadi dan puluhan mahasiswa Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sulsel, Kamis 13 Agustus 2020.

Terkini.id — Keluarga Andi Baso Riyadi dan puluhan mahasiswa Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sulsel, Kamis 13 Agustus 2020.

Mereka berunjuk rasa karena surat permintaan pemindahan jenazah istri Andi Baso Riyadi, Almarhumah Nurhayani dari pemakaman Covid-19 di Macanda Gowa ke pemakaman umum di Bulukumba, tidak digubris oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah.

Padahal ia telah memperoleh surat rekomendasi persetujuan permintaan pemindahan jenazah almarhumah Nurhayani dari Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari.

Seperti diketahui, istri Andi Baso, Nurhayani di makamkan di pekuburan Covid-19 di Macanda dengan status PDP. Namun hasil swab menunjukkan negatif dari Covid-19.

Para keluarga Andi Baso dan puluhan mahasiswa Bulukumba menggelar berorasi di depan pintu masuk gedung DPRD, namun tak ada satupun menemuinya. 

Menarik untuk Anda:

Mereka kesal karena tidak ada satupun pimpinan dan anggota dewan menemuinya. Sehingga mereka menerobos pengamanan dan sempat ingin menggeledah ruang Ketua DPRD Sulsel yang dijaga ketat oleh pengamanan DPRD. 

Setelah menjalani mediasi, para pengunjuk rasa diarahkan untuk diterima diterima oleh Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika, bersama sejumlah anggota dewan lainnya.

Saat diterima Andi Baso menuturkan bahwa alasan gubernur tidak memberikan izin untuk pemindahan jenazah istrinya karena di awal-awal banyak penolakan pemakaman jenazah covid-19.

“Saya gugurkan (peryataan gubernur) melalui surat pernyataan tidak keberatan dari masyarakat dan pemerintah Bulukumba. Itu ditandatangani oleh tokoh masyarakat, kepala dusun sampai DPRD dan Bupati Bulukumba tidak keberatan,” tuturnya di hadapan Andi Ina.

Ia menambahkan, Andi Ina juga telah bersurat ke gubernur terkait perihal tersebut. Bahkan surat sebulan dikirim ke Nurdin Abdullah.

“Surat dari ibu ketua tidak digubris oleh gubernur. Tabe bu ketua, kalau dia gubernur harusnya dia balas surat dari ketua DPRD, dia paham tidak administrasi. Saya juga sudah dua kali bersurat tapi tidak ada balasannya,” ujarnya.

Meskipun demikian namun, Andi Ina Kartika meminta Andi Baso bersabar dan meminta waktu untuk kembali mengkomunikasikan terkait permintaan pemindahan jenazah ke gubernur.

“Tolong beri saya waktu untuk kembali mengkomunikasikan prihal tersebut ke gubernur dan gugus tugas covid-19,” pungkas Andi Ina yang juga politisi Partai Golkar Sulsel ini.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wakil Gubernur Sulsel Minta Bappelitbangda Kontrol Program OPD

Update 19 September, Segini Jumlah Kasus Covid-19 di Sulsel

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar