Masuk

Polda Simpan Rapat Nama Tersangka Korupsi Bansos Makassar, Ini Alasannya

Komentar

Terkini.id, Makassar – Nama-nama tersangka korupsi Bansos Makassar masih tersimpan rapat di Polda Sulsel. Belum bisa diumumkan dengan alasan sejumlah pertimbangan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Febri mengatakan belum bisa membeberkan nama-nama tersangka korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19. 

“Kita tidak bisa menyebutkan nama-nama tersangka,” kata Widoni, Senin, 18 Januari 2021.

Baca Juga: Gegara Diduga Penculik Anak, ODGJ di Makassar Dikeroyok Warga

Widoni beralasan penyebutan nama tersangka menjadi rawan bagi pihaknya. Pasalnya, kata dia, dalam menentukan tersangka, penyidik harus mengacu pada hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Nanti kalau ada hasil audit baru kita sampaikan siapa tersangkanya dan siapa-siapa saja yang terlibat,” ungkapnya.

Kendati begitu, ia mengatakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan menyampaikan keterangan terkait temuan dana bansos.

Baca Juga: 120 Personil TNI-Polri Disiagakan Kawal Perayaan Tahun Baru Imlek di Makassar

“Hari ini ekposnya dari BPKP terkait ini dana bansos,” ungkapnya.

Dinas Sosial Kota Makassar sudah lama jadi perhatian aparat penegak hukum atau APH terkait pengaduan masyarakat ihwal silang sengkarut penanganan bantuan sosial (Bansos).

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin meminta dinas sosial memberikan klarifikasi untuk meluruskan hal tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya berharap pihak dinsos kita dapat memberikan klarifikasi, penjelasan, dan bukti-bukti untuk memastikan dana bansos ini betul-betul sudah tepat sasaran,” kata Rudy Djamaluddin.

Baca Juga: Kasus Hukum Anggota DPRD Jufri Sambarra Menggantung, WALHI Sulsel Duga Polda Sudah Dikondisikan

Rudy menyebut bansos yang diperuntukkan untuk menunjang ekonomi masyarakat di tengah pandemi mesti tepat sasaran.

“Anggaran bansos itu harus betul-betul sampai di tujuannya,” ujar Rudy.

Kendati begitu, Rudy mengatakan belum bisa memastikan bawahannya menjadi tersangka dalam kasus bansos. Ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Rudy menyebut siap membantu agar proses hukum itu berjalan lancar. Jika terbukti bersalah, kata dia, pihaknya akan memberikan hukuman sesuai aturan yang berlaku.

“Saya kira kasus bansos itu sudah lama, itu bagian dalam upaya anggaran itu sampai ke tujuannya,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah memeriksa puluhan saksi terkait kasus dugaan mark up bansos Covid-19 di Kota Makassar.