Polisi Minta Waspadai Aplikasi Salat dan Azan, Sebut dapat Curi Data Pribadi, Netizen: Lah, PeduliLindungi Bocor Diam Aja

Polisi Minta Waspadai Aplikasi Salat dan Azan, Sebut dapat Curi Data Pribadi, Netizen: Lah, PeduliLindungi Bocor Diam Aja

LA
R
Lilis Adilah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pihak kepolisian mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mewaspadai aplikasi salat dan azan yang dinilai dapat mencuri data pribadi penggunanya.

Aplikasi shalat dan azan dinilai potensial menggaet data pribasi milik penggunanya. Menanggapi imbauan pihak kepolisian, netizen mempertanyakan keberadaan polisi saat data peduli lindungi diduga mengalami kebocoran.

Masyarakat menilai bahwa ada ketimpangan antara kebocoran data pribadi di aplikasi PeduluLindungi dan klaim pihak kepolisian mengenai aplikasi salat dan adzan yang dinilai dapat mencuri data pribadi penggunanya.

“Lah PeduliLindungi bocor diem aja lu… somplak”, tulis netizen dikutip dari kolom komentar CNN Indonesia, Kamis 21 April 2022.

Polisi Minta Waspadai Aplikasi Salat dan Azan, Sebut dapat Curi Data Pribadi, Netizen: Lah, PeduliLindungi Bocor Diam Aja

Sebelumnya, Kemenlu Amerika Serikat mengeluarkan sebuah laporan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa aplikasi PeduliLindungi adalah salah satu pelanggaran HAM karena menggunakan data pribadi dan dapat melanggar privasi penggunanya.

Imbauan kepolisian ini disampaikan oleh Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang ditulis di akun Instagram resminya @siberpoldametrojaya.

Dalam unggahan tersebut, disampaikan bahwa jumlah orang yang telah mengunduh aplikasi yang diklaim dapat curi data pribadi telah mencapai 10 juta pengguna.

“Waspada Aplikasi shalat dan azan pencuri data pribadi beredar di play store, sudah diunduh 10 juta pengguna”, tulis Subdit Siber Polda Metro Jaya dalam keterangannya, dikutip dari akun Instagram resminya, Kamis 21 April 2022.

Polisi Minta Waspadai Aplikasi Salat dan Azan, Sebut dapat Curi Data Pribadi, Netizen: Lah, PeduliLindungi Bocor Diam Aja

Imbauan ini disampaikan berdasarkan hasil dari sebuah analisis yang dilakukan yang melaporkan tentang beberapa aplikasi di Google Play Store yang dapat memngambil data sensitif penggunanya dan telah diunduh lebih dari 45 juta pengguna.

Pencurian data pribadi ini berpotensi disalah gunakan oleh pihak-pihak terkait akibat keamanan server atau data base yang buruk.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa pencurian data ini dapat melalui pengembangan perangkat lunak (SDK) pihak ketiga yang mencakup kemampuan untuk menangkap konten clipboard, data GPS, alamat e-mail, nomor telepon, dan bahkan alamat MAC router modern pengguna dan SSID jaringan.

Unggahan tersebut memuat daftar 10 aplikasi shalat dan azan di Play Store yang mencuri data pribadi pengguna.

10 aplikasi tersebut, yakni, Speed Camera Radar dengan 10 Juta unduhan, Al-Moazin Lite (Prayer Times) dengan 10 juta unduhan, WiFi Mouse (Remote Control PC) yang diunduh 10 Juta pengguna.

Lalu, QR & Barcode Scanner dan Qibla Compass – Ramadhan 2022 dengan masing-masing sebanyak 5 juta unduhan.

Kemudian Simple Weather & Clock Widget, Handcent Nex SMS-Text w/MMS, Smart Kit 360, Al-Quran MP3 – 50 Reciters & Translation Audio, Full Quran MP3 – 50+ Language & Translation Audio, Audiosdroid Audio Studio DAW. Masing-masing aplikasi sebanyak 1 juta unduhan.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.