Terkini.id, Jakarta – Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan jika seseorang terkena gas air mata maka efeknya akan sama seperti terkena air sabun.
Dalam jumpa wartawan yang digelar pada Senin 10 Oktober 2022, Irjen Dedi Prasetyo mengutip pendapat dokter spesialis mata yang menyamakan gas air mata dengan air sabun.
“Dokter spesialis mata menyebutkan ketika kena gas air mata pada mata khususnya memang terjadi iritasi, sama halnya seperti kita kena air sabun. Terjadi perih, tapi pada beberapa waktu bisa langsung sembuh dan tidak mengakibatkan kerusakan yang fatal,” ujar Irjen Dedi Prasetyo, Selasa 11 Oktober 2022.
Selanjutnya, Irjen Dedi Prasetyo meyakinkan publik bahwa gas air mata tidak akan menyebabkan kematian.
“Kalau terjadi iritasi pada pernafasan pun sampai saat ini belum ada jurnal ilmiah yang menyebutkan ada fatalitas gas air mata yang mengakibatkan orang meninggal dunia,” kata Irjen Dedi Prasetyo.
- 2 Polisi Terdakwa Tragedi di Kanjuruhan Divonis Bebas Menuai Kontroversi
- Mahfud MD: Saya Tak Peduli Seberapa Besar Kandungan Kimia Gas Air Mata yang Mematikan, Tidak Penting!
- Polisi Janji Tidak Akan Gunakan Gas Air Mata di Stadion
- Profesor Kimia: Gas Air Mata Kedaluwarsa Lebih Bahaya, Bisa Menjadi Gas Sianida
- Polisi Akhirnya Ngaku Pakai Gas Air Mata Dalam Tragedi Kanjuruhan Malang
Lebih lanjut, Irjen Dedi Prasetyo menuturkan berdasarkan pendapat ahli, didalam gas air mata tidak terkandung sebuah racun.
Namun demikian, Irjen Dedi Prasetyo masih membuka peluang penyelidikan jika terdapat sebuah jurnal ilmiah yang dapat membuktikan gas air mata dapat mengakibatkan kematian atau mengandung toksik alias racun.
“Apabila ada jurnal ilmiah baru, temuan yang baru tentu akan menjadi acuan juga bagi tim investigasi bentukan bapak kapolri masih terus bekerja,” tutur Irjen Dedi Prasetyo.
Sebagai informasi, Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur menyatakan bahwa hingga Sabtu 8 Oktober 2022, jumlah korban Tragedi Kanjuruhan telah mencapai 704 orang.
Dengan rincian jumlah korban meninggal sebanyak 131 orang, luka ringan 550 orang, luka berat 23 orang serta 37 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Update data korban Kanjuruhan sampai pukul 8 pagi sebanyak 704 orang. 550 luka ringan, 23 luka berat, 131 meninggal dan 37 dirawat,” ucap drg Wiyanto Wijoyo selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.
Sumber: rmol.id
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
