Polisi Tangkap Penyebar Video Penembakan Brutal di Selandia Baru

penembakan selandia baru
Pelaku penembakan brutal di Masjid Selandia Baru, Brenton Tarrant

Terkini.id – Seorang pemuda baru-baru ini ditangkap pihak kepolisian Selandia Baru lantaran menyebarluaskan video penembakan brutal yang terjadi di dalam masjid di New Zealand.

Setelah kasus penembakan brutal itu menghebohkan masyarakat dunia, polisi setempat memang telah mengeluarkan peringatan bagi siapa saja yang menyebar video tersebut akan dikenakan sanksi penjara.

Kepolisian Selandia Baru menyebutkan, pemuda itu terbukti telah melanggar peraturan Video Klasifikasi Video dan Undang-Undang Klasifikasi 1993.

“Kami ingin mengingatkan orang-orang, bahwa itu adalah pelanggaran untuk mendistribusikan atau memiliki publikasi yang tidak menyenangkan, dalam aturan Video Klasifikasi Video dan Undang-Undang Klasifikasi 1993, terancam hukuman penjara,” kata polisi Selandia Baru, dikutip dari ABC News, Minggu 17 Maret 2019.

Pemuda yang disembunyikan identitasnya itu dijadwalkan akan menjalani proses persidangan pada Senin 18 Maret 2019.

“Video siaran langsung dari penembakan di Christchurch telah diklasifikasikan oleh Kantor Sensor Kepala sebagai tidak dapat diterima,” ujar kepolisian setempat.

Kominfo RI juga mengimbau warganet tidak menyebarluaskan video serupa

penembakan selandia baru

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI juga telah mengimbau pengguna internet di Indonesia untuk tidak menyebarluaskan foto, gambar maupun video serupa.

Dalam siaran tertulisnya kepada media, Jumat 15 Maret 2019, Kominfo mengatakan video penembakan brutal di Selandia Baru berkaitan dengan aksi kekerasan.

“Konten video yang mengandung aksi kekerasan merupakan konten yang melanggar Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu.

Kominfo mendorong agar masyarakat memperhatikan dampak penyebaran konten berupa foto, gambar atau video yang dapat memberi oksigen bagi tujuan aksi kekerasan, yaitu membuat ketakutan di masyarakat.

“Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk melaporkan melalui aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten, jika menemukenali keberadaan konten dalam situs atau media sosial mengenai aksi kekerasan atau penembakan brutal di Selandia Baru,” ujar Ferdinandus.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Politik

Hasil Konferda, KSB PDIP Sulsel Dipertahankan

Terkini.id -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Selatan baru saja menyelesaikan Konferensi Daerah (Konferda) di Hotel Claro Makassar,