Politikus PDIP ‘Sentil’ Kalangan Oposisi: Payah Kalau Tak Punya Ideologi!

Politikus PDIP ‘Sentil’ Kalangan Oposisi: Payah Kalau Tak Punya Ideologi!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Melalui sebuh cuitan di akun media sosial milikna, Budiman Sudjatmiko seorang politikus PDIP tampak menyentil kalangan opoisis yang dinilai oportunis.

Hal tersebut dilontarkankan pasalnya, menurut Budiman, oposisi mengkritik pemerintah yang membuat kebijakan tidak pro rakayat.

Tetapi lain sisi ketika ada kebijakan pemerintah yang menguntungkan rakyat, opsisi malah bela oligarki.

“Saat kebijakan pemerintah tak menyenangkan rakyat, oposisi bela rakyat (bagus untuk demokrasi). Tapi saat pemerintah menguntungkan rakyat, oposisi bela oligarki (oportunis). Payah kalau tak punya ideologi. Eh pas ada oposisi yang ideologis, mau ngganti Pancasila,” ujar Budiman Sudjatmiko di Twitter-nya, @budimandjatmiko.

Selain dari itu, Budiman menyebutkan bahwa, bangsa yang memilih opotunis atau fanatisme ideologi, tidak akan mencapai keseimbangan yang dewasa.

Baca Juga

“Apa titik keseimbangannya? Pemerintah dan oposisi yang ideologis dan konstitusional dalam batas-batas demokrasi. Ideologis seperti apa? Moderasi Konservatif dan Progresif,” tuturnya.

Menurut dia, bersikap moderat dalam masyarakat majemuk-sosial budaya, ekonomi, politik dan geografis- bukan pilihan tapi satu keharusan. Dikutip dari Wartaekonomi. Rabu, 27 April 2022.

“Putusnya moderasi di satu titik (ekonomi akibat kerakusan atau budaya akibat intoleransi) akan berefek berantai ke sektor geografis, politik dll,” tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa, tantangan demokrasi Indonesia tak banyak dipengaruhi intrik-intirk geopolitik seperti di Eropa atau Asia Timur.

Asia Tenggara terbagi adil antara Barat, Timur atau Non Blok dan tak ada perlombaan militer antarnegara ASEAN. Selama netral aman-aman saja.

“Tantangan kita dr dalam. Apa itu tantangan dr dalam? Ya itu tadi: terombang-ambing antara oportunisme tanpa ideologi moderat atau fanatisme ideologi yang mau menyeragamkan Indonesia dari hukum agama, jika gagal, mau membubarkan Indonesia serta menggantinya dengan sistem dan bentuk lain,” ucap Budiman.

Budiman mengatakan bahwa, Asia Tenggara itu Nusantara. Keragaman budaya beda dengan Eropa yang seragam Kristen dengan beragam mahzab.

Amerika Latin yang seragam Katholik atau Asia Timur yang Buddhis-Konfusian) adalah sumber kelenturan kita.

“Indonesia adalah episentrum keragaman dan kelenturan itu,” ungkapnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.