Polri Bantah Kabar Said Didu Ditetapkan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut

Terkini.id, Jakarta – Beredar kabar Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhamad Said Didu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Namun, berdasarkan fakta seperti dilansir dari Tempo, Kamis, 11 Juni 2020, berdasarkan surat internal Bareskrim Polri tertanggal 10 Juni 2020 tertulis penyidik baru akan melakukan gelar perkara.

Adapun penetapan tersangka akan dilakukan setelah memeriksa para saksi dan mendapatkan dua alat bukti yang cukup.

Maka dari itu, pihak Mabes Polri membantah kabar yang menyebut Said Didu telah ditetapkan sebagai tersangka.

Mungkin Anda menyukai ini:

“Belum (ditetapkan sebagai tersangka),” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Kamis, 11 Juni 2020 seperti dikutip dari Tempo.

Baca Juga: Said Didu Pertanyakan Penjelasan Istana Soal Kerumunan Jokowi di NTT

Diketahui, kasus yang menyeret Said Didu bermula saat dirinya mengunggah akun wawancara bersama seorang konsultan media dan politik, Hersubeno Arief.

Dalam percakapan wawancara berdurasi 22 menit itu, Said Didu dan Hersubeno membahas pelbagai tantangan dunia dalam menghadapi virus Corona.

Adapun isu yang disoroti oleh Said Didu dalam percakapan itu yakni terkait persiapan pemindahan ibu kota negara yang masih terus berjalan di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: Tesla Pilih Investasi di India, Luhut Dinilai Gagal oleh Warganet

Said Didu berpendapat bahwa kebijakan pemerintah itu tidak memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, dalam percakapan itu ia menyebutkan bahwa Luhut B. Pandjaitan berperan dalam penetapan kebijakan ibu kota baru tersebut.

Menurutnya, Luhut ngotot supaya Menteri Keuangan Sri Mulyani tidak mengganggu dana pembangunan ibu kota negara yang baru.

Bagikan