Masuk

PPKM Mikro Kota Kupang Resmi Diperpanjang, Mal Bisa Buka!

Komentar
DPRD Kota Makassar

Terkini.id, Kota Kupang – PPKM mikro Kota Kupang resmi diperpanjang, mal bisa buka! Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro melalui surat edaran Nomor 046/HK.443.1/VII/2021 tentang Perpanjangan Kedua Atas Penebalan PPKM Skala Mikro di Kota Kupang untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Dalam surat yang dikeluarkan pada 21 Juli 2021 itu, disebutkan kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal maksimal 50 persen pengunjung/pelanggan dari kapasitas tampung dan pembatasan jam operasional sampai pukul 20.00 WITA dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Adapun tempat kerja perkantoran di wilayah kelurahan yang berzona merah dengan menerapkan paling banyak 25 persen staf work from office (WFO), dan bagi tempat/kerja perkantoran di wilayah kelurahan yang berzona orange dan kuning menerapkan paling banyak 50 persen WFO dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Baca Juga: Aturan Baru Kemendagri, Semua Daerah di Indonesia Berstatus PPKM Level 1

Untuk kegiatan makan dan minum di tempat umum, dibatasi pengunjung hingga 25 persen dari kapasitas tempat. Kegiatan ini juga berlaku hingga pukul 20.00 WITA dan melakukan delivery/take away jika telah di atas jam tersebut.

Sementara itu, supermarket, minimarket, toko kelontong, toko swalayan, dan sejenisnya maksimal pengunjung hanya 50 persen dan dibuka hingga pukul 20.00 WITA.Khusus yang melayani kebutuhan pokok pasien pada kompleks rumah sakit tetap dibuka sesuai jam operasional dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Hal yang sama juga diberlakukan di pasar tradisional dan sejenisnya, dengan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00 WITA.

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan PPKM Level 1, Suharti: Dihentikan Sementara PTM di Rombongan Belajar, Bukan di Satuan Pendidikan

Sementara itu, kegiatan peribadatan di rumah ibadah dan fasilitas umum seperti taman umum, tempat wisata, pub karoke, pijat tradisional (pitrad), tempat hiburan, sarana olahraga, dan area publik lainnya ditutup sementara termaksud kegiatan sosial kemasyarakat yang berpotenis menimbulkan kerumunan.

“Khusus untuk peristiwa kedukaan, agar dapat segera dilakukan penguburan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan menghindari kegiatan ikutan lainnya yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” demikian bunyi surat edaran yang ditandatangai Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore tersebut.

Untuk kegiatan belajar mengajar, ditegaskan untuk dilakukan secara daring. Sementara, penyelenggaraan kegiatan pesta dan syukuran atau sejenisnya tidak diberi izin atau ditiadakan.

Terkait kegiatan kedinasan yang dilaksanakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah serta kegiatan konstruksi di lokasi proyek, tetap diizinkan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Soal Vaksinasi Booster, Luhut: Syarat Perjalanan dan Masuk Tempat Umum

Dalam ketentuan baru dalam surat edaran itu, ditegaskan setiap warga Kota Kupang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19, dapat dikenakan sanksi administratif berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial (Bansos). dan penundaan atau penghentian pemberian layanan administrasi pemerintahan mulai dari tingkat RT hingga tingkat kota seperti KTP, akta dan lain-lain.

Bagi warga yang dikecualikan lantaran alasan kesehatan dan tidak memungkinkan divaksinasi, wajib dibuktikan dengan keterangan dokter dari Puskesmas, klinik kesehatan, atau rumah sakit.

Surat edaran terbaru tersebut, berlaku mulai 22 Juli 2021 hingga 2 Agustus 2021.