PSBB membuat Kesulitan Pakan, Mahasiswa Polbangtan Ajak Peternak Buat Silase

Mahasiswa Polbangtan Bantu Peternak Buat Silase
Ketatnya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kabupaten Gowa di masa pandemi Covid-19 ini akhirnya berefek ke kehidupan peternak yang masih mengembalakan ternak ke lahan berumput untuk pakannya.
Sudah seminggu ini peternak hanya mengandalkan hijauan yang ada disekitar rumah mereka yang ketersediaannya tidak mencukup. Peternak hanya memberikan minum dan pakan seadanya. Bobot ternak sapi pun berkurang drastis.
Sudah menjadi kewajiban kami sebagai mahasiswa Polbangtan Gowa yang berdomisili dekat sini untuk membantu. Kami sudah berkomunikasi dengan peternak dan memberikan beberapa solusi untuk membantu. Salah satunya kami akan praktek bersama untuk membuat pakan alternatif, ujar Afiat Rahmat yang berdomisili di Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. (15/05).
Silase merupakan pilihan kami hari ini untuk dipraktekkan. Pembuatan silase sebagai alternative pakan ternak ruminansia yang berkadar air tinggi hasil fermentasi akan diberikan kepada hewan ternak. Silase ini terbuat dari hijauan kering yang dicampurkan dengan ampas tahu,dedak, EM4 dan larutan Gula merah sebagai pengganti molases, bahan-bahan sudah tersedia, jelas Afiat.
Dg Gassing sebagai (pemilik kandang) langsung merasakan manfaatnya. Dengan silase ini kami tidak mesti lagi untuk mengembalakan sapi ke lahan, ujar Peternak yang memiliki 10 ekor sapi ini.
Berikutnya kami akan memberikan penyuluhan terkait materi perkandangan, kami melihat peternak juga masih mengabaikan sanitasinya. Tapi ini akan kami lakukan bertahap.
Apa yang dilakukan Afiat ini menandakan peran pemuda sangat berarti saat ini, terutama di masa pandemi Covid-19 ini.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Prof. Dr. Dedi Nursyamsi generasi muda atau yang saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

“Sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Menteri Pertanian bahwa pada tahun 2019 ini pemerintah tengah fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, ke depan akan lebih ditingkatkan lagi untuk menciptakan SDM profesional melalui pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian. Selain itu kemajuan teknologi dan era pertanian 4.0 menuntut kami untuk fokus pada penyiapan SDM yang siap bersaing dan menciptakan SDM profesional di sektor pertanian,” tutur Dedi.

Dedi juga menyampaikan bahwa membangun pertanian memang amat penting. Terlebih di era revolusi industri yang ke-empat ini atau biasa disebut juga Industri 4.0. Revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Pasalnya, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Ini juga yang jadi gagasan Bapak Presiden Jokowi.

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar