Putra Makassar Rahmat Kaimuddin si Mantan Penjaga Perpustakaan Kini Jadi Penasihat Menteri Luhut Binsar Panjaitan

Putra Makassar Rahmat Kaimuddin si Mantan Penjaga Perpustakaan Kini Jadi Penasihat Menteri Luhut Binsar Panjaitan

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

“Di mana agenda utamanya untuk terus mendukung terus program kerja Kemenkomarves yang telah diamanahkan oleh bapak Presiden Joko Widodo,” tuturnya.

Sementara itu, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston dan Stanford University, California tersebut mengaku senang bisa berkesempatan membantu pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. 

Kesempatan besar ini pun menurut buah hati pasangan Kaimuddin Bausat (almarhum) dan Andi Harliah Patunru tersebut merupakan mimpinya sejak kecil untuk berkontribusi besar bagi negara.

Mantan bos Bukalapak ini pun  berharap, dengan tugas baru ini ke depan bisa bekerja dengan baik serta paling penting bisa memberikan tenaga pikiran untuk negara. 

“Tentunya buat saya ini adalah suatu kehormatan besar untuk saya diminta Pak Menko Luhut untuk membantu beliau dan membantu negara,” imbuhnya.

Mengenal Sosok Rahmat Kaimuddin

Rahmat Kaimuddin lahir di Makassar, 15 April 1979. Setamat SMP, dia memantapkan diri untuk merantau dari kampung halaman pada 1994. 

Ketika itu, Rahmat Kaimuddin remaja masih berusia 15 tahun. Ia meninggalkan Makassar Sulawesi Selatan dan memilih Magelang sebagai tujuan pertama perantauannya. Dia bersekolah di SMA Taruna Nusantara hingga 1997.

Siapa sangka, saat itu Rachmat satu angkatan dengan salah satu putra mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, yakni Agus Harimurti Yudhoyono yang juga dikenal sebagai AHY. Ketika masih di bangku SMA, Rachmat dikenal sebagai salah satu siswa unggulan, bahkan sempat turut kejuaraan Olimpiade di Kanada.

Setelah menamatkan pendidikan SMA, Rachmat Kaimuddin memilih melanjutkan kuliah ke Massachusetts Institute of Technology (MIT), Boston tahun 1998-2001 dengan gelar BSc. 

Tidak berhenti di sampai di situ, Rachmat juga sempat menyabet gelar MBA dari Stanford University, California pada 2006-2008.

Rachmat memastikan alasannya memilih mengenyam pendidikan di luar negeri, sebatas karena dirinya tidak lolos Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN).

“Rezeki saya waktu itu, saya dapat beasiswa, dapatnya beasiswa luar negeri. Mungkin sudah jalan Tuhan, bukan karena tidak nasionalis sok sekolah di luar negeri,” ujarnya, dilansir dari Kompas.com.

Selama menjadi mahasiswa, kata Rahmat sempat menjajal berbagai pekerjaan di Amerika Serikat (AS) seperti menjadi grader hingga menjaga perpustakaan. 

Upahnya, cukup untuk membeli makanan. Lulus kuliah pada 2001, Rachmat bekerja di salah satu perusahaan chip sebagai design engineer.

Namun pada 2003, Rachmat memutuskan kembali ke Indonesia dan memulai karier sebagai Consultant di Boston Consulting Group Jakarta. 

Dia membandingkan gaji yang diterima di Indonesia, hanyalah separuh dari gajinya yang dia peroleh saat bekerja di Negeri Paman Sam. Namun, semangat nasionalis justru menjadi alasannya untuk kembali ke Indonesia.

Bahkan, meskipun Rachmat sempat melanjutkan pendidikan S2 di Stanford University hingga 2009, dia tetap kembali ke Tanah Air. 

Beberapa jabatan penting di perusahaan juga dia sambangi, seperti Managing Director di PT Cardig Air Services pada 2009, Vice President di Baring Private Equity Asia pada 2021, Chief Financial Officer alias CFO di PT Bosowa Corporindo pada 2014, hingga menjadi Managing Director PT Semen Bosowa Maros pada 2016.

Pada 2018 Rachmat sempat menjadi Direktur Keuangan dan Perencanaan di PT Bukopin Tbk. Empat tahun sebelumnya dia sudah menghuni kursi Komisaris di Bank Bukopin. Hingga pada 2020, Rachmat resmi bergabung di Bukalapak dan sekarang bergabung di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sebagai Penasihat Menteri Luhut Binsar.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.