RSKD Dadi Sulsel Raih Akreditasi Tingkat Utama dan Pusat Rujukan Kanker

RSKD Dadi Sulawesi Selatan
RSKD Dadi RS

Terkini.id,Makassar – Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan meraih predikat kelulusan akreditasi utama oleh Komite Akreditasi Nasional Rumah Sakit (KARS) saat melakukan survey final pada 18 – 22 Juni 2019 lalu yang terdiri dari 6 orang tim penilai mengingat RSKD berstatus kelas A.

Plt. Direktur dr. Arman Bausat mengatakan penghargaan ini merupakan prestasi luar biasa karena baru terlaksana sejak 20 tahun lalu. Hal ini membuktikan bahwa RSKD Dadi telah mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang merupakan visi misi Gubernur Sulawesi Selatan.

“Salah satu visi dan misi Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Nurdin Abdullah adalah reformasi dalam bidang kesehatan, yang bertujuan meningkatkan kualitas dan akses pelayanan ke masyarakat,” terangnya.

RSKD Dadi di bawah kepemimpinan Plt. Direktur dr. Arman Bausat dan bekerjasama Tim Ahli Kesehatan Gubernur telah melakukan beberapa perubahan mendasar  dalam mewujudkan Visi Misi Gubernur Sulawesi Selatan dan sukses meraih sertifikat akreditasi bintang empat.

Dilanjutkan dr Arman bahwa dalam 100 hari kerja Gubernur Sulawesi Selatan, RSKD Dadi telah berubah dalam upaya perbaikan kualitas pelayanan seperti pelayanan  terintegrasi poliklinik, pelayanan terintegrasi gawat darurat, membuka akses jalan, penataan parkir, pengadaan kantin pegawai, melakukan renovasi beberapa gedung perawatan dan non perawatan yang selama ini tidak dimaksimalkan atau tidak difungsikan.

“Tidak terlupa pengembangan kualitas SDM dan Reformasi dalam manajemen rumah Sakit.
RSKD Dadi pula telah resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak Januari 2019, yang merupakan prasyarat Undang Undang yang mengharuskan setiap rumah sakit harus berstatus BLUD,” urainya.

Beberapa izin rumah sakit juga kata dia telah diselesaikan yang merupakan syarat operasional rumah sakit.

Dalam bidang pendidikan, RSKD Dadi telah merintis kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Univeresitas Hasanuddin yang dimediasi oleh Tim Ahli Kesehatan Gubernur sehingga RSKD Dadi menjadi Rumah Sakit Jejaring Pendidikan yang memungkinkan RSKD Dadi menjalin sebanyak 42 MOU dengan beberapa institusi pendidikan kesehatan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan termasuk beberapa provinsi di wilayah timur Indonesia.

“Kedepannya kami berharap dengan adanya pengakuan akreditasi ini dapat mendorong peningkatan mutu layanan terhadap masyarakat, khususnya pasien yang datang berobat di RSKD Dadi Prov. Sulsel,” tegasnya.

Sementara itu, RSKD Dadi Provinsi Sulsel dipersiapkan sebagai pusat rujukan kanker di Sulawesi Selatan dan wilayah Indonesia bagian Timur.

Hal ini didasari dari makin tingginya angka kejadian penyakit kanker di Indonesia mendekati 2 per 1000 penduduk dan menjadi penyebab kematian ke 7 terbanyak di Indonesia.  Saat ini hanya terdapat 2 rumah sakit khusus kanker yaitu RS Kanker Dharmais dan RS MRCCC Siloam yang berada di Jakarta.

dr Arman Bausat menambahkan bahwa dengan keberadaan RS Khusus Kanker di Sulawesi Selatan akan meningkatkan kualitas dan akses layanan penyakit kanker di Sulawesi Selatan dan Wilayah Timur Indonesia yang memiliki pangsa pasar jumlah penduduk sekitar  23.405.700 juta jiwa.

Hal ini bermula dari kunjungan  Gubernur Sulawesi Selatan ke RSKD Dadi  pada akhir tahun 2018, secara langsung melihat  bangsal perawatan pasien jiwa yang melebihi kapasitas dan kelayakan gedung.

Prof Nurdin Abdullah langsung menginstruksikan kepada dr Arman Bausat selaku Plt Direktur untuk segera memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan jiwa.

Salah satu langkah yang diambil adalah segera melakukan studi kelayakan dalam memecahkan masalah pelayanan kesehatan jiwa.

Gubernur berharap adanya keterpaduan pelayanan kesehatan jiwa, rehabilitasi mental pasien bekas jiwa dan pembangunan panti sosial khusus jiwa yang selama ini tidak pernah dimiliki oleh Dinas Sosial Provinsi dan Kabupaten /Kotamadya.

Hasil studi kelayakan merumuskan rencana pemindahan pelayanan kesehatan jiwa ke lokasi yang memungkinkan, yaitu RSUD Sayang Rakyat dan telah dipresentasekan di depan pihak internal maupun eksternal.

“Rencananya, persiapan pemindahan semua pasien jiwa ditargetkan pada tahun 2020 dan menjadi RS Jiwa Daerah Sayang Rakyat,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemberlakuan PSBB di Sulsel Mulai Dikaji

Sejumlah Anggota DPRD Sulsel Kembali ke Dapil Bagi APD, Sembako dan Hand Sanitizer ke Konstituen

Masih Banyak Warga Makassar Beraktifitas di Luar Tidak Menggunakan Masker

Organisasi Sayap PDIP Sulsel Serahkan Bantuan Beras dan APD ke Pemprov

Gubernur Sulsel Jamin Stok Beras Aman Tiga Bulan Kedepan

Hotel di Sulsel Terdampak Pandemi Covid-19, Pemerintah Beri Keringanan Pajak

RSKD Dadi Rawat Pasien Virus Corona, Pasien Umum Dipindahkan

DPRD Sulsel: Pasien Covid-19 Banyak Berkeliaran, Dokter-dokter Keluhkan APD

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar