Sadis! Usai Ceburkan Jenderal ke Tanki Piranha, Pemimpin Korut Dikabarkan Eksekusi Mati Menteri Pendidikan, Kenapa?

Terkini.id, Jakarta – Pemimpin Korea Utara (Korut), yakni Kim Jong Un, dikabarkan telah mengeksekusi seorang pejabat pemerintah (yang diduga Menteri Pendidikan) di negaranya.

Adapun hal tersebut dilakukan lantaran departemen pejabat pemerintah itu gagal mengadakan panggilan video yang cukup terkait pendidikan jarak jauh serta mengeluh tentang beban kerja.

Dilansir terkini.id dari Tribunnews bersumber Mirror, Menteri Pendidikan berpangkat tinggi yang tak disebutkan namanya itu dilaporkan dijatuhi hukuman mati setelah dilakukan penyelidikan mengapa departemennya gagal membuat kemajuan yang memuaskan.

Baca Juga: Korea Utara Tangkap 3 Warga Fans Kpop: Mereka Berperilaku Anti-Sosialis

Laporan tentang temuan penyelidikan ke Kementerian Pendidikan Tinggi dilakukan oleh Organisasi dan Departemen Bimbingan (ODG).

Dilaporkan bahwasanya departemen pendidikan Korea Utara tidak melakukan langkah yang cukup untuk menerapkan Undang-Undang Pendidikan Jarak Jauh.

Baca Juga: Terkenal Sadis dan Kejam, Begini Mirisnya Kim Jong Un Perlakukan...

“OGD melakukan penyelidikan karena departemen gagal membuat kemajuan apa pun dan karena beberapa telah mengkritik kebijakan pemerintah.”

Tuduhan tersebut juga dilaporkan termasuk anggota departemen yang “mengeluh di setiap pertemuan” tentang pekerjaan mereka, sementara yang lain mempertanyakan kurangnya sumber daya yang disediakan oleh negara.

Para pengawas pun dikatakan menyoroti lambannya penerapan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang dianggap tak mengalami kemajuan.

Baca Juga: Sadis! Gegara Beli Alat Medis Murah dari China, Kim Jong-un...

Setelah kematian menteri tersebut, departemen kemudian diatur kembali di bawah Ri Guk Chol, presiden Universitas Kim Il Sung.

Selain melakukan langkah-langkah baru, mereka juga berencana untuk melakukan panggilan konferensi video secara teratur, menurut sebuah sumber. 

Namun, tahukah kamu bahwa eksekusi pejabat di Korea Utara bukanlah hal baru bagi Kim Jong Un?

Misalnya pada tahun 2019 lalu, ia dikabarkan telah mengeksekusi salah satu jenderalnya yang diduga merencanakan kudeta.

Jenderal yang tak disebutkan namanya tersebut diberitakan diceburkan ke dalam tanki yang penuh ikan piranha ganas.

Jenderal itu disebut sebagai salah satu korban dari sang diktator yang dikenal telah melakukan berbagai eksekusi, termasuk salah satu utusannya di Amerika Serikat pada Mei lalu.

Seperti yang diberitakan oleh Daily Mail dari Daily Star, jenderal tersebut dimasukkan ke dalam tanki penuh piranha yang ada di kediaman Kim Jong Un di Ryongsong, Pyongyang.

Diberitakan pula bahwa lengan dan tubuh jenderal tersebut terlebih dulu digores dengan pisau sebelum diceburkan ke tanki berisi piranha yang diimpor dari Brazil.

Jadi, tak diketahui apakah jenderal tersebut tewas dimangsa piranha atau justru telah tewas duluan karena luka benda tajam atau kemungkinan lain, yaitu tenggelam dalam tanki.

Sebagai informasi, ikan piranha adalah ikan ganas pemakan daging yang memiliki gigi berbentuk seperti silet, bisa merobek daging manusia utuh dalam hitungan menit.

Bagikan